Gejala Campak Jerman

Tanya:
Kata dokter, anak (8 tahun) terkena campak Jerman. Apa bedanya campak Jerman dengan campak biasa? Berbahayakah campak ini?

Jawab:
Keduanya merupakan penyakit yang berbeda, baik penyebabnya mau pun gejalanya. Nah, yang sama pada keduanya adalah ada demam dan bercak kemerahan pada kulit (ruam). Meski begitu, sifat demam dan ruamnya juga berbeda, kok. Yang pasti, kedua penyakit ini biasanya menyerang anak di bawah 5 tahun. Campak bisa menyerang bayi,dan kematian biasanya terjadi pada usia bayi.

Penyebab campak Jerman adalah virus rubela, sedangkan penyebab virus campak adalah rubeola. Selain itu, sakit anak tampak sakit ringan saat campak Jerman dan tampak sakit berat ketika terkena campak. Apa lagi? Demam pada rubela tidak begitu tinggi, sedangkan demam pada campak umumnya tinggi. Nah, yang khas pada campak adalah adanya selaput lendir, seperti mata kemerahan, berair,batuk dan pilek,  bibir pecah pecah seperti sariawan,dan bisa diare.Pada campak Jerman, sering ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di belakang telinga. Ini berbeda dengan campak.

Lalu, ruam pada campak dimulai dari batas rambut belakang telinga yang meluas ke muka,dada, dan akhirnya ke seluruh tubuh. Setelah berlangsung selama 3 hari, demam menghilang disertai perubahan warna ruam dari kemerahan menjadi cokelat kehitaman yang akan menghilang tanpa bekas setelah 1 -2 minggu. Bagaimana dengan ruam pada campak Jerman? Biasanya, ruam akan segera menghilang saat demam menghilang tanpa bekas.

Adakah komplikasi? Komplikasi yang bisa terjadi pada campak adalah radang paru, bahkan radang otak. Jika terjadi kematian, biasanya disebabkan adanya infeksi penyerta pada paru (pneumonia ) yang disebabkan bakteri. Komplikasi pada campak Jerman terjadi bila menyerang janin pada wanita hamil sekitar trimester pertama. Janin yang terkena bisa menderita kelainan pada mata, jantung, dan telinga. Misalnya, katarak, kebocoran serambi dan atau bilik jantung, serta tuli.

Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), MTropPaed
Dokter Spesialis Anak,Konsultan Penyakit Infeksi dan Pediatri Tropis
Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM