Kenali Alergi Telur pada Anak

Alergi terhadap telur banyak terjadi pada anak-anak. Dan sebenarnya, alergi telur dipicu adanya tiga protein dalam telur, yaitu ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin.

Pada penderita alergi ringan, efek alergi dari protein tersebut bisa dilenyapkan dengan cara dimasak. Namun, pada penderita alergi berat, usaha memasak tidak berpengaruh dalam melenyapkan gejala alergi.

Catatan: Umumnya, penderita alergi terhadap telur juga menderita alergi terhadap daging ayam, kalkun, dan jenis unggas lain.

Gejala: Seperti jenis alergi pada pencernaan lain, kebanyakan reaksi alergi terjadi pada kulit, saluran napas, dan saluran pencernaan.

Pencegahan: Sebaiknya, tunggu hingga anak berusia 2 tahun sebelum Anda memberinya putih telur yang kaya protein. Bila ingin memberi telur sebelumnya, pilihlah kuning telur yang tidak bersifat alergen.

Tip khusus: Kabar baik bagi Anda: 80-90% alergi telur pada anak-anak akan lenyap dengan sendirinya ketika mereka berumur 3 tahun. Meski begitu, tetaplah berkonsultasi pada dokter sebelum mencoba jenis makanan yang mengandung telur di masa depan.

Baca juga: Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Rentan Alergi

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia