Keuntungan Anak Punya Hewan Peliharaan

Saat ulang tahun minggu lalu, Wilya (6) mendapat hadiah seekor kucing
dari pamannya. Wah, ia antusias sekali dengan ‘teman’ barunya. Punya piaraan seolah membuat ia tiba-tiba menjadi ‘anak besar’ yang siap menjaga dan melindungi hewan kesayangannya.

Memiliki hewan piaraan memang cara yang tepat untuk mengasah rasa tanggung jawab anak. Hewan yang lucu dan sepenuhnya bergantung mudah saja menimbulkan rasa ingin melindungi. Apalagi kalau hewan piaraan itu masih kecil, makin mudahlah baginya untuk merasa iba dan jatuh sayang.

Agar anak memperoleh manfaat optimal dari memiliki hewan piaraannya
itu, berikut tip yang bisa Anda gunakan:

- Ajarkan padanya cara merawat hewan piaraan tersebut. Kapan ia harus memberi makan, bagaimana cara membawanya jalan-jalan, bagaimana cara yang tepat untuk ‘berkomunikasi’, sinyal-sinyal seperti apa yang harus ia perhatikan untuk mengetahui kalau si Kitty lelah, haus, lapar, atau mau pup. Ia mungkin juga perlu belajar kapan dan bagaimana cara yang tepat untuk memberi ‘hadiah’ bila si Kitty berkelakuan baik dan manis.

- Ingatkan untuk tidak sembarangan memberi makan. Apa yang ia santap setiap hari tidaklah baik untuk piaraannya karena bumbu atau garam tidak cocok, atau bahkan berdampak jelek. Bila ingin hewan piaraannya hidup lama dan tetap sehat, ia perlu memperhatikan nutrisi dalam makanan yang diberikan dan tidak sembarangan melemparkan makanan dari piringnya untuk si Kitty.

- Perhatikan kebersihan terjaga. Kucing pun perlu disisir, apalagi kalau bulunya panjang dan lebat. Kucing juga perlu mandi, meski tak boleh terlalu sering karena justru bisa menyebabkan produksi minyak alami di kulitnya bermasalah. Tapi kalau ia habis bermain lumpur atau benar-benar bau karena habis menyuruk-nyuruk ke tempat sampah… wah, tentu saja ia perlu segera mandi!

- Olahraga? Perlu, dong! Sama seperti manusia, hewan piaraan juga perlu berolahraga untuk menjaga agar tubuhnya tetap sehat. Nah, ini sekaligus bisa menjadi saat bermain bersama. Jika anak memiliki anjing, minta dia membawanya ke halaman atau ke taman, dan membiarkannya berlari mengejar tulang, bola, atau sepotong ranting. “Ayo kejar!  Wah, kencangnya ia berlari… haha…”

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia