Kombinasi ASI dan Susu Formula Ada Aturannya


Dok. 123RF
 
ASI memang kaya akan manfaat untuk bayi dan ibunya, baik pula bila diberikan kepada bayi hingga usia dua tahun. Namun ada beberapa faktor yang menyebabkan ibu sering kali sulit untuk memberikan ASI sehingga terpaksa mengombinasikannya dengan susu formula.  

Susu formula sebenarnya tidak sama dengan ASI, namun dibuat menyerupai ASI dan bisa dijadikan pengganti sesaat bila bayi Anda membutuhkannya. Karena kandungan dari susu formula sudah ditakar sesuai kebutuhan gizi bayi.

Susu formula mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan bayi Anda. Seperti yang dilansir dari Parents.com ada tiga hal yang bisa dijadikan alasan Anda bisa mengombinasikan ASI dan susu formula bagi si kecil.
 
Bila Anda Tidak Bisa Menghasilkan ASI yang Cukup

Secara umum, semakin banyak Anda menyusui, semakin banyak ASI yang akan Anda hasilkan. Jika Anda mengalami kesulitan saat menyusui mungkin karena Anda terpisah lama saat di rumah sakit, ataupun anak Anda tidak menyusu  dengan nyaman, atau alasan lainnya, hal ini membuat persediaan ASI yang memadai menjadi tantangan besar.

Bahkan saat semuanya berjalan baik, beberapa wanita tidak cukup memenuhi kebutuhan ASI bagi bayi mereka. Ini bisa terjadi pada Ibu yang mungkin pernah  melakukan operasi payudara, juga pada Ibu yang melahirkan di usia yang tidak lagi muda.

Jika bayi Anda masih tampak lapar setelah Anda menyusuinya, mungkin karena pasokan ASI Anda rendah. Sheela Geraghty, MD, seorang direktur medis  di Cincinnati Children's Center for Breastfeeding Medicine menyarankan  agar Anda memompa payudara Anda selain menyusui untuk meningkatkan suplai ASI. 

Jika Anda ingin mengombinasi ASI dan susu formula, keduanya dapat dicampur  dalam satu botol sama. Dr. Geraghty menyarankan agar Anda menyiapkan beberapa botol kecil karena begitu bayi menyusu pada botol, sisanya harus dibuang. Saat Anda memulai pemberian susu botol, mulailah dengan dot ukuran terkecil, karena aliran susu yang lambat  mirip dengan puting Anda. Sehingga bayi Anda tidak lupa puting.
 

Bila Anda Butuh Waktu Untuk Tidur Nyenyak

Banyak ibu baru  mengalami kesulitan menyesuaikan waktu untuk menyusui bayinya, apalagi di malam hari. Bayi akan menyusu beberapa kali dalam semalam, dan ini sangat melelahkan. Jika Anda tahu bahwa tidur itu penting bagi kesehatan mental Anda, cobalah meminta pasangan Anda untuk memberikan bayi Anda  susu formula satu kali saja pada malam hari. Untuk selanjutnya Anda akan menyusuinya. 

Ini akan memberikan Anda waktu  untuk istirahat sambil memberi kesempatan pada pasangan Anda untuk lebih dekat dengan bayi Anda. Hal yang perlu diingat, mungkin anak Anda tidur sedikit lebih lama setelah mendapat susu formula, karena susu formula memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk dicerna daripada ASI.


Tidak Ada Tempat Memerah


Tidak sedikit ibu yang berhenti memberikan ASI ketika mereka kembali bekerja. Di banyak perusahaan tidak tersedia tempat untuk memerah ASI. Atau jenis pekerjaan Anda yang kerap meninggalkan kantor membuat kegiatan memerah ASI menjadi tantangan. Sebelum Anda  tidur di malam hari  perah ASI Anda agar produksi ASI meningkat. Pagi hari sebelum Anda meninggalkan bayi ke kantor, susui bayi Anda, dan perah payudara Anda sisi lainnya. Berapa pun yang Anda peroleh, jadikan ASI perah ini sebagai cadangan. Bila jumlahnya  hanya sedikit, Anda dapat minta pengasuh anak Anda untuk menyampurnya dengan sufor.   
(DEBORA DARMAWAN)
Baca juga: 5 Pantangan Ibu Menyusui, Mitos atau Fakta?

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia