Kurangi Risiko Alergi pada Anak

Dr. Mehmet Oz, MD yang terkenal dengan show-nya bertajuk ‘Dr. Oz’ ini membagikan beberapa tips mencegah dan menghadapi beberapa alergi yang umum terjadi pada anak Anda.
 
Jangan Takut Kotor
Jika anak makan berantakan, mengusap meja pakai bubur sambil tangannya memasukkan sisa makanan dari kursi, merangkak di lantai rumah yang belum disapu atau bermain tanah di kebun, Mama tidak perlu langsung panik.

Anak yang tumbuh di lingkungan terlalu steril tidak dapat mengembangkan daya tahan tubuhnya dengan maksimal. Ibarat tentara, imunitas anak perlu mendapat latihan dengan 'musuh kecil' sebelum 'turun perang' saat serangan sesungguhnya datang. Walaupun boleh bermain 'kotor', Mama harus tetap membiasakan anak mencuci tangannya.
 
Memiliki Binatang Peliharaan
Idealnya, sebelum punya anak, Anda memiliki binatang peliharaan. Dengan demikian anak Anda terbiasa menghadapi alergen dari hewan tersebut sejak dini. Hal ini mengurangi risiko alergi.

Jika keluarga Anda atau suami memiliki sejarah alergi dengan hewan peliharaan, Anda bisa mencoba memelihara hewan tanpa bulu seperti ikan. Mengajak anak-anak ke kebun binatang juga bisa menjadi alternatif positif untuk membiasakan imunitas anak Anda menghadapi paparan alami secara bertahap.

Mengurangi Paparan
Alergi dan asma memang tidak bisa disembuhkan, tapi kita dapat mengurangi dampaknya dengan mengurangi paparan penyebab alergi atau asma pada anak. Mama bisa memulai dengan tidak menggunakan karpet pada kamar anak atau bahkan di seluruh lantai rumah. Gunakan tirai tipis dan mudah dicuci.

Sarung bantal dan sprei berbahan spesial 1 micron atau latex dapat menghambat debu terhirup anak. Setelah anak bermain di luar rumah, ganti bajunya atau mandikan sekalian. Hal ini mencegah alergen atau pollen yang ada di luar rumah terpapar lebih lama pada anak.
 
Bersikap Asertif
Jika anak Anda memiliki alergi yang parah (alergi kacang misalnya), Anda harus bertindak sebagai pelindung utamanya di lingkungan. Informasikan pihak sekolah mengenai hal-hal yang berbahaya bagi anak dan bicarakan dengan sesama orangtua terutama jika anak Anda sedang bermain bersama temannya.

Buatlah catatan kecil mengenai alergi tersebut dan dampaknya jika alerginya kambuh. Catatan itu bisa Anda bagikan kepada orang-orang di sekitar Anda yang berinteraksi dengan anak Anda. Tentunya akan ada pihak-pihak yang memandang sebelah mata mengenai aksi Anda ini.

Namun, pastikan Anda telah memberitahu dampak terburuk jika alergi anak Anda kambuh (anak dengan alergi kacang parah dapat sesak napas hingga biru jika mengkonsumsi makanan yang terpapar kacang, tidak selalu karena makan kacangnya) Anggap saja Anda sedang mengedukasi lingkungan demi keselamatan anak. (Penulis: Fina Khairaty/Foto: dok. Feminagroup)

Baca juga:
- Benarkah Bayi Lahir Caesar Rentan Alergi?
- Akupunktur Bisa Sembuhkan Alergi Anak

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia