Anak Belajar dan Bermain di Alam Pakai Gadget


Beberapa tahun lalu, tautan sebuah artikel ramai dibagikan di sosial media. Judulnya cukup provokatif: Saat Anak atau Adikmu Main iPad, Anak-anak Bos Google dan Apple Asyik Main Tanah di Sekolah. Artikel tersebut menyajikan fakta yang rupanya mengejutkan banyak orang. Di saat banyak orang tua masa kini merasa khawatir jika anak-anak mereka gaptek atau belum memiliki dan bisa mengoperasikan segala perangkat digital, seperti telepon seluler pintar alias smartphone, maupun komputer, ternyata mayoritas petinggi maupun karyawan perusahaan gadget, dan portal raksasa dunia maya, antara lain E-Bay, Google, Apple, Yahoo, dan Hewlett- Packard, justu tak menginginkan anak-anak mereka mengenal semua perangkat digital itu pada usia dini. Bahkan, mereka mengirim anak-anak mereka ke sekolah prestisius di Amerika Serikat yang dikenal tak mau memakai perangkat digital maupun komputer dalam kegiatan belajar mengajarnya. Tetapi, apakah anak-anak memang harus memilih antara main iPad (atau gadget yang lain) dan main tanah? Tak bisakah mereka bermain tanah sambil tetap bermain iPad?

Gadget Vs. Aktivitas Outdoor
Di Indonesia, banyak sekolah saat ini yang mengizinkan murid-murid membawa laptop untuk kepentingan mencatat atau browsing informasi saat di kelas. Selesai sekolah, anak-anak pun bukannya pulang ke rumah untuk istirahat; mereka justru kembali akrab dengan iPad atau game konsol dengan alasan refreshing setelah seharian belajar. Saking sudah umumnya, sebagian dari kita mungkin menganggap fenomena itu sah-sah saja. Apalagi, harga gadget saat ini pun relatif terjangkau kocek hampir semua lapisan masyarakat. Sehingga, rasanya hidup kita tak lengkap tanpa kehadiran smartphone atau tablet, termasuk hidup anak-anak kita, bahkan ada yang sudah sampai menyita sebagian besar waktu dalam hidup mereka. Akibatnya, banyak anak yang tak lagi sibuk bermain di luar rumah, mengeskplorasi dunia di sekelilingnya, tetapi lebih banyak terpaku dengan gadget mereka. Mereka jadi jarang sekali, atau malah sama sekali tidak, beraktivitas di luar rumah, di alam terbuka.

Padahal, telah banyak ahli kesehatan maupun pakar tumbuh kembang yang mengatakan bahwa aktivitas fisik pada anak – seusai perkembangan menurut usianya – membawa banyak manfaat, selain mengurangi risiko obesitas, penyakit pembuluh darah, dan keganasan di kemudian hari. Pertumbuhan tulang dan otot anak dapat berlangsung dengan baik. Keterampilan gerak, interaksi sosial, dan perkembangan otaknya juga terasah saat bermain. Anak yang aktif akan belajar dengan lebih efektif, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Anak akan merasa gembira dan percaya diri, serta memiliki pola tidur yang baik. Aktivitas fisik yang dilakukan sejak dini akan membentuk anak menjadi orang dewasa dengan gaya hidup aktif.

Dengan segudang manfaat aktivitas fisik bagi anak, tak heran kalau banyak orang tua merasa khawatir dengan pertumbuhan dan perkembangan mental dan fisik anak-anak mereka yang lebih banyak berada di dalam rumah, dan berkutat dengan gadget. Berbagai hal pun diupayakan orang tua, mulai dari pembatasan waktu penggunaan gadget hingga pelarangan secara mutlak.

Bertualang di Alam dengan Gadget
Namun, bagaimana seandainya Anda tak bisa menerapkan semua itu kepada anak? Tak perlu berkecil hati, Ma. Manfaatkan saja kecintaan anak terhadap gadgetnya – sehingga ia tak rela melepaskannya lama-lama – untuk mengenalkannya kepada aktivitas fisik di luar rumah, dan membangkitkan keingintahuannya terhadap dunia sekelilingnya. Tak perlu melarang anak membawa iPod dan tabletnya saat berada di alam atau luar rumah. Hal itu karena, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh National Wildlife Federation – organisasi nirlaba dari Amerika Serikat yang fokus kepada pendidikan dan advokasi bagi konservasi alam, tetap ada manfaat positif yang bisa didapatkan anak-anak dengan menggunakan teknologi (dan gadget) untuk mengeksplorasi alam.

Mama bisa mengajak anak-anak merencakan petualangan di alam terbuka dengan bantuan teknologi atau gadget. Ada banyak inspirasi kegiatan pula yang bisa dijumpai di dunia maya lewat gadget. Melakukan petualangan bertema teknologi? Kenapa tidak? Setelah itu, simpan saja semua pengalaman di alam dalam memori gadget, entah berupa foto, video, maupun jurnal elektronik. Untuk balita, coba unduh (gratis, kok!) aplikasi Ubooly ke gadget si kecil. Aplikasi itu akan mengajak balita Anda mengeksplorasi taman di kompleks perumahan Anda, misalnya, dan menjadikan kegiatan tersebut lebih interaktif, kreatif dan imajinatif. Yang paling gampang, sih, berikan kebebasan kepada si kecil untuk mengabadikan pemandangan alam yang indah dengan kamera di gadget mereka. Atau, biarkan mereka menjelajahi dunia maya untuk menemukan nama pohon atau burung yang baru saja mereka lihat di taman.

Foto: fotosearch



 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia