Nutrisi untuk Perkembangan Otak

Makan banyak ternyata tidak secara otomatis dapat memenuhi seluruh kebutuhan energi anak Anda. Hal ini disebabkan karena ada bagian tubuh anak yang membutuhkan tingkat asupan energi yang berbeda, yaitu otak.

Walaupun rata-rata otak anak usia 1-6 tahun memiliki berat kurang dari 10 % total berat tubuhnya, namun otak mengonsumsi lebih dari 40% total energi tubuh yang dibutuhkan. Selain itu, otak merupakan bagian tubuh yang tetap aktif meski anak sedang istirahat atau tidur sekalipun. Namun, karena otak tidak bisa menyimpan energi, maka otak memerlukan asupan energi yang lebih lama untuk bisa mendukung kinerjanya.

Untuk mencapai perkembangan yang optimal, seperti halnya tubuh, otak anak pun membutuhkan asupan energi yang cukup. Makanya, penting bagi Anda untuk memilih nutrisi yang tepat untuk membantu anak tetap aktif dan  bertenaga sepanjang hari. Dengan begitu, proses belajar anak pun menjadi optimal.

Karbohidrat, merupakan nutrisi yang berfungsi menyediakan energi bagi tubuh. Salah satu jenis karbohidrat, yaitu isomaltulosa, mampu menyediakan asupan energi dalam jangka waktu lebih lama dibanding sukrosa. Selain dapat memenuhi kebutuhan energi tubuh, isomaltulosa juga dapat memenuhi kebutuhan energi bagi otak anak yang bekerja terus-menerus.
 
Susu pertumbuhan Frisian Flag 123 dan 456 dengan Isomaltulosa adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1–6 tahun yang memiliki nutrisi lengkap dan seimbang untuk membantu tumbuh kembang anak. Susu pertumbuhan ini diperkaya juga dengan prebiotik Inulin untuk membantu mempertahankan fungsi saluran cerna, vitamin C dan E sebagai antioksidan, kolin untuk menunjang fungsi daya ingat dan belajar, serta asam lemak ALA/LA untuk membantu pertumbuhan sel otak.

WEBTORIAL


 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Nutrisi untuk Perkembangan Otak

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia