Pengaruh Postpartum Depression (PPD) pada Anak

Postpartum depression (PPD) alias depresi setelah melahirkan berbeda dengan baby blues. Baby blues adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan ibu merasa sedih dan gampang menangis, cemas, sampai sulit tidur. Baby blues ini biasanya dimulai sejak hari ke dua hari sampai dua minggu setelah persalinan. Gangguan suasana hati pada ibu yang baru melahirkan tersebut bisa berkembang menjadi depresi pascakelahiran atau Postpartum Depression (PPD).

Pada awalnya, PPD sering dianggap sebagai baby blues. Namun, tanda dan gejalanya lebih intens dan bisa berlangsung hingga setahun setelah melahirkan. Para ibu yang mengalami PPD sering kesulitan merawat bayinya dan menjalani aktivitas sehari-hari.


PPD tidak hanya berpengaruh pada Anda saja, lho. Menurut  Margaret Hannah, executive director Freedman Center di Massachusetts School of Professional Psychology, AS, "PPD akan memengaruhi pasangan, keluarga, dan perkembangan anak, seperti halnya depresi yang lain. Jika Anda depresi, mau tidak mau hal ini akan memengaruhi perkembangan anak.”

Jika Anda mengalami PPD, memang tidak mudah untuk segera keluar dari depresi Anda sendiri dan memperhatikan apakah anggota keluarga yang lain juga mengalami hal serupa. Namun, ini benar-benar harus Anda lakukan, Ma. Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA), anak dengan orang tua yang mengalami depresi berisiko tinggi untuk mengalami depresi pula. ADAA mengatakan, jika gejala anak hanya terjadi dalam jangka pendek, ini berarti bukan depresi, namun mood swing (blues). Namun, bila gejalanya berlangsung lebih dari 2 minggu dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari anak, ini saatnya untuk membawanya berkonsultasi ke pakar.

Tapi, tak usah khawatir, karena menurut Hannah, keluarga memang perlu merasa didukung dan mengerti bahwa ‘orang tua umum, kok, mengalami krisis dalam kehidupannya.” Jika Anda menderita PPD dan anak menunjukkan gejala depresi, ini tidak berarti Anda merupakan orang tua yang buruk. Segera cari bantuan ke pakarnya. Dengan begitu, anak cepat tertangani.
 
Berikut adalah gejala anak depresi:
- Merasa sedih atau cepat marah
- Sering menangis
- Menarik diri dari berbagai aktivitas dan tidak mau berada di sekitar teman-temannya
- Kehilangan energi dan ada perubahan kebiasaan makan

Foto: Foto Search

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia