Selalu Pilih-pilih Makanan, Bagaimana Pertumbuhannya?


 

Semua ibu pasti berupaya memberikan asupan terbaik untuk anaknya. Belanja ke pasar segar setiap hari, memutar otak mencari menu, hingga berkeringat di dapur bisa dikatakan sebagai salah satu perjuangan di dalamnya. Namun, begitu masakan matang, si kecil tak mau memakannya. Awalnya Anda mungkin berpikir karena si kecil tidak menyukai rasa masakan Anda kali ini.
 
Esok harinya Anda mencoba lagi membuat menu lain. Namun, reaksi yang Anda peroleh masih saja sama. Si kecil tak mau memasukkanya ke dalam mulut. Berturut-turut Anda menawarkan menu baru, respons si kecil selalu sama.
 
Hal tersebut bisa jadi membuat Anda kecewa karena kerja kerasnya tidak terganjar dengan pemandangan si kecil yang makan dengan lahap. Namun, lebih dari itu, Anda barangkali mengkhawatirkan apakah si kecil akan mampu mencapai berat badan yang ideal.
 
Sebuah penelitian yang disampaikan dalam sebuah acara yang diselenggarakan Academic Pediatric Association di Toronto, Canada, melihat perilaku makan anak serta pertumbuhannya. Penelitian ini melibatkan 189 anak di Michigan, AS.
 
Dr. Megan Honor Pesch, M.D., tim peneliti yang merupakan seorang dosen klinis pediatrik perkembangan dan perilaku di Rumah Sakit Anak CS Mott, University of Michigan Medical School, AS, menjelaskan hasil pengamatan terhadap penambahan berat badan ini, bahwa anak-anak yang lebih berat cenderung kurang pilh-pilih. Sedangkan, sebagian besar anak-anak yang suka pilih-pilih makan sebetulnya berada dalam kelompok berat badan menengah.
 
Dari hasil pengamatan tersebut, Pesch menuturkan, “Kami tidak menemukan konsekuensi yang benar-benar negatif sehubungan dengan pertumbuhan." Artinya, anak-anak pemilih makanan belum tentu tidak bisa tumbuh dengan ideal.
 
Tak Perlu Cemas
Bila si kecil tampak seperti “tidak makan sama sekali”, bukan berarti memang tidak ada asupan sama sekali yang masuk ke tubuhnya. Menurut Pesch, sebagian anak-anak mampu menyeimbangkan rasa lapar dan kenyangnya. Sehingga, tubuh mereka secara alamiah akan mencari makan bila memang membutuhkan.
 
Tetap Perlu Diwaspadai
Walaupun penelitian ini menunjukkan bahwa picky eater tetap bisa mencapai pertambahan berat badan yang konsisten, namun orang tua tetap perlu memerhatikan asupan nutrisinya. Dalam artian, seorang anak tak bisa hanya makan karbohidrat saja, atau protein saja, dan tidak mau makan buah serta sayur atau sebaliknya.
 
Menurut Pesch, anak-anak dengan perilaku pilih-pilih makanan yang sangat parah harus segera mendapatkan intervensi agar tidak mengalami kelebihan berat badan maupun kekurangan berat badan.
 
Bisakah Berubah?
Menurut Pesch, menginjak usia 4 tahun, persepsi tentang picky eater umumnya sudah mapan. Anak-anak yang tidak pilih-pilih makan akan menjadi seperti itu. Sedangkan anak-anak yang mendapat skor sedang serta tinggi pada skala makanan yang dipilih-pilih juga akan menunjukkan perilaku yang sama. Perilaku ini menurut Pesch setidaknya tidak berubah selama 4,5 ke depan atau sampai usia mereka 8,5 tahun pun sudah hampir sulit berubah.
 
Kiat
Sekalipun perubahan tersebut tidak mudah, namun menurut Pesch, belum terlambat jika orang tua ingin mengupayakan perubahan kebiasaan makan anaknya. Coba berikan mereka porsi yang lebih kecil dan beragam agar nutrisinya tetap terpenuhi. Cobalah campurkan makanan yang mereka suka dengan menu baru secara bertahap.
 
 
Baca juga:
Cari Penyebab Anak Picky Eater
Menggugah Selera Makan Si Picky Eater
Anak Picky Eater? Ini Solusinya!
Pilhan Makanan Untuk Pertumbuhan Anak
Peran Orang Tua dalam Pertumbuhan Anak.
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Selalu Pilih-pilih Makanan, Bagaimana Pertumbuhannya?

Follow Us

angket

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia