Terapi Bicara untuk Anak


Terapi wicara adalah latihan dan penanganan anak dan orang dewasa yang kesulitan berkomunikasi. Pada anak, kesulitan bicara bisa disebabkan kondisi bibir sumbing, cerebral palsy, down syndrome, gagap, gangguan verbal, gangguan fonetik, dan sebagainya. Pada orang dewasa, kesulitan bicara bisa terjadi karena afasia (hilang kemampuan wicara sebagian) setelah menderita Demensia Parkinson, kanker di kepala dan leher, dan stroke.

Di sebuah kasus yang diterbitkan oleh Royal College of Speech and Language Therapists, Inggris, seorang anak usia 3 tahun dilaporkan menderita gangguan verbal. Anak tersebut sulit mengutarakan apa yang ingin dikatakan, sehingga kerap diolok-olok teman sebayanya. Setelah 3 tahun menjalani terapi wicara intensif, anak mengalami perubahan dan kemampuan literasinya membaik. Dikatakan Dewi, anak yang terlambat bicara maupun sulit mengutarakan keinginan, perlu diperiksa ahli tumbuh kembang (dokter anak maupun psikolog). “Saat datang dengan keluhan belum bisa bicara, anak bisa diperiksa di klinik okupasi. Tujuannya untuk memperbaiki kemampuan dasar bicaranya,” jelas Dewi. Di periode yang sama, anak tersebut juga dilatih mengeluarkan vokal tertentu. Pada tahap berikutnya, anak dilatih mengucapkan fonem, dan seterusnya.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia