Terapkan 7 Hal Ini, Agar Anak Terhindar Bahaya di Mal


Ngaku
, deh, Ma, sulit rasanya fokus menjaga anak saat tulisan SALE yang sangat besar terpampang dengan jelas di depan Anda. Asyik mencoba-coba sepatu dan tiba-tiba anak Anda sudah menarik pajangan di toko. Sibuk melirik ke toko-toko di kanan-kiri dan anak Anda sudah melesat ke arah eskalator. Mal adalah tempat yang menarik bagi anak-anak. Mereka tidak akan berpikir dua kali untuk segera berlari meninggalkan Anda jika melihat ada yang menarik. Pajangan toko, eskalator, lift, terlihat menarik untuk dicoba atau dipanjat, membuat mereka berada dalam bahaya.

Bahkan hal-hal yang menurut Anda tidak mungkin, seperti kabel listrik yang terbuka (masih ingat kasusnya kan, Ma?) bisa ditemukan di pusat perbelanjaan. Dan satu lagi bahaya yang paling sering terjadi: anak-anak menghilang begitu saja.

TIP AMAN:
1. Jangan biarkan anak Anda berkeliaran di antara pajangan dan rak sendirian. Tidak semua toko mengamankan rak dan manekin mereka juga dengan baik, sehingga bisa dengan mudah terjatuh. Saat Anda sedang melihat-lihat barang di sebuah toko, berikan ia mainan atau buku yang Anda bawa dari rumah untuk mengalihkan perhatiannya. Anak yang lebih kecil (balita) sebaiknya diikat dalam stroller atau digendong dengan gendongan kangguru untuk menghindari mereka merangkak menggapai rak dan membuat mereka tertimpa barang-barang.

2. Gandeng anak sehingga Anda bisa menuntunnya menggunakan eskalator. Pastikan jari-jari mereka tidak tersangkut dalam celah pegangan eskalator. Ajarkan anak untuk tetap berdiri dan menghadap ke depan. Jika duduk di anak tangga, jari dan kakinya terlalu dekat ke bagian eskalator yang berputar. Katakan juga untuk tidak menginjak garis kuning. Wahyu Minarto dari SafeKids Indonesia juga mengingatkan untuk tidak berlari dan melompat saat menggunakan eskalator.

3. Cek pakaian anak Anda. Pastikan tali sepatunya terikat erat, tidak ada pita atau tali yang menggantung, dan pakaiannya tidak terlalu panjang sehingga bisa menyebabkan ia tersangkut. Ingatkan juga untuk tidak menyeret scarf atau jaketnya di eskalator. Hindari sepatu karet yang mudah tersangkut. Jika mereka tersangkut, tekan tombol berhenti darurat di ujung eskalator atau berteriaklah pada orang yang ada di dekat tombol tersebut.

4. Jangan menggunakan eskalator saat membawa stroller. Gunakan lift.

5. Ingatkan anak Anda untuk tidak pernah melepaskan sepatunya. Ini untuk menghindari bahaya kesetrum. Ajarkan juga untuk menjauhi kabel-kabel. Kita tidak pernah tahu seaman apa kabel-kabel tersebut.

6. Dudukkan anak Anda di kursi yang tersedia di bagian pegangan troli, menghadap ke tubuh Anda, saat belanja di supermarket. Jangan dudukkan ia di dalam troli, karena jika ia bergeser ke ujung, troli bisa terjungkir. Lebih baik lagi, pilih troli yang mendudukkan anak di bagian depan di bawah, biasanya didesain berbentuk mobil, sehingga anak senang dan anteng. Kalaupun ia memutuskan untuk keluar dari mobilnya, ia tidak akan terjatuh.

7. Jangan pernah mencoba menghentikan pintu lift yang hendak menutup dengan tangan, kaki, tas, atau stroller (anak bisa menirunya). Walaupun kebanyakan lift di pusat perbelanjaan dilengkapi dengan fitur keamanan dan dirawat dengan baik, fotoelektrik lift bisa saja tidak berfungsi, menyebabkan pintu tetap tertutup dan menjepit tangan atau tubuh anak. (foto: dok parenting)

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia