Ubah Gaya Hidup, Cegah Sembelit Anak

Sembelit alias konstipasi makin sering dikeluhkan para orang tua. Dan, ini terkait dengan perubahan gaya hidup di kota-kota besar, khususnya perubahan pola makan sehari-hari. Kita makin banyak (plus sering) mengonsumsi makanan yang rendah serat, makanan siap saji serta cemilan kemasan yang biasanya tinggi lemak dan natrium (garam).


Padahal, pola makan seperti ini adalah biang keladi terjadinya sembelit sekaligus meningkatnya angka kegemukan (obesitas) pada anak yang kian memprihatinkan dunia kedokteran di seluruh belahan dunia.  


Sembelit bisa kok diatasi. Kuncinya, ubah gaya hidup. Meski bukan hal yang mudah, ini tidak berarti Anda tidak mungkin melakukannya lho. Berikut ini caranya:


• 
Tingkatkan intake serat dalam menu makanan anak. Perbanyak sayuran dan berikan buah dua kali sehari (buah utuh lebih baik ketimbang jus buah). Serat bisa pula diperoleh dari makanan tertentu, seperti oatmeal, brown bread, dan lain-lain. 


• 
Pastikan anak minum sesuai kebutuhan, terutama ketika cuaca sangat panas atau ia sedang asyik-asyiknya bermain. Jangan bosan-bosan tawarkan minuman padanya ya.


• 
Terapkan program toilet behavior. Tentukan jadwal tetap yang rutin dari hari ke hari (misalnya setiap pukul 07.00 dan 17.00), dan si kecil harus tetap duduk di jamban selama 10 menit. Meski pada awalnya ia tidak buang air besar, terus lakukan ‘ritual’ ini secara konsisten. Suatu saat, otak mulai ‘terbiasa’ dan pada akhirnya si kecil akan buang air besar secara teratur. 


• 
Libatkan seluruh anggota keluarga. Jika perubahan pola hidup ini dijalankan pula oleh seluruh keluarga, dijamin anak makin bersemangat dalam menjalani hari-harinya. Kesehatan si kecil, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan terjaga dengan baik.


• 
Sabar. Memang butuh waktu untuk mengatasi sembelit anak. Juga, Anda musti ekstra sabar. Meski begitu, Anda pasti bisa kok. 

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia