Yuk, Ajak Anak Bermain Pura-pura!

Sebenarnya, bermain pura-pura membuat anak menciptakan dunia khayal sendiri di mana ia bisa mengendalikan skenario dan juga karakter-karakter di dalamnya. Ini merupakan permainan yang hanya dibatasi oleh daya imajinasi anak. Nah, permainan ini juga membuat anak menstimulasi perkembangan kognitif dan juga sosialnya, menurut studi baru yang dipublikasikan dalam jurnal Social Development.

Penemuan ini membuktikan kalau bermain pura-pura dengan teman khayalan, objek yang menjelma menjadi manusia, dan identitas pura-pura secara positif berkaitan dengan kemampuan verbal dan juga kepribadian si kecil. Anak yang sering bermain peran biasanya lebih piawai dalam menciptakan (dan mengembangkan) percakapan pura-pura ini serta juga terlihat lebih mudah bergaul di mata orang tuanya ketimbang anak yang sama sekali tidak pernah bermain pura-pura.

Apa lagi? Ternyata, ada perbedaan antara bagaimana anak laki-laki dan anak perempuan bermain pura-pura ini. Anak perempuan biasanya memiliki teman khayal sedangkan anak laki-laki lebih mempunyai identitas pura-pura. Meski begitu, para peneliti tidak menemukan perbedaan antara perkembangan tahapan atau keterampilan antara keduanya. Permainan ini hanya merefleksikan kemampuan anak untuk berekspresi.

Nah, berbagai jenis permainan pura-pura ini memiliki andil dalam perkembangan kemampuan kognitif dan sosial anak. Jadi, sebaiknya orang tua mendorong anak melakukan permainan ini untuk membantu meningkatkan kreativitas sekaligus keterampilan berbahasa. Orang tua bisa menyediakan berbagai barang yang tidak mahal, seperti buku perpustakaan, kursi meja, papan tulis, marker, dll. Dengan barang ini, Anda bisa membuat kelas pura-pura, misalnya. Yang penting, bantulah mengembangkan kreativitas dan keterampilan berbahasa si kecil.

Photo : Getty Images

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia