4 Masalah Kulit Bayi

Kulit bayi baru lahir tidaklah semulus yang Anda bayangkan. Jangan kaget jika kulitnya justru ‘dihiasi’ banyak noda dan jerawat kecil-kecil.

Namun kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Inilah beberapa kondisi kulit bayi yang umum terjadi:

• Cradle cap
Tampak seperti sisik atau kerak tebal kekuningan yang timbul di kulit kepala, alis, dan belakang telinga (dikenal juga sebagai dermatitis seboroik).

Meski akan hilang dengan sendirinya, Anda dapat mempercepat proses pengelupasannya dengan cara mengoleskan sedikit minyak zaitun atau baby oil ke kulit kepala bayi, kemudian mengusapnya dengan sikat berbulu lembut atau sikat gigi bayi.

• Jerawat
Bentuknya seperti titik-titik kecil berwarna putih atau kekuningan dengan kulit di sekitarnya berwarna kemerahan. Jerawat dapat timbul di wajah, punggung, dada, dan perut. Tak perlu melakukan apa-apa. Mengoleskan krim atau salep justru dapat memperburuk kondisinya.

• Milia dan miliaria
Milia adalah bintik-bintik putih kecil yang tampak di hidung, dahi, dan pipi; sedangkan miliaria tampak sebagai bintik putih yang berisi cairan (seperti lepuh) dan memiliki bercak di sekitarnya.

Keduanya timbul karena kelenjar keringat bayi belum berfungsi maksimal untuk mengatur suhu tubuhnya. Yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kulitnya tetap kering dan bersih.

• Erythema toxicum
Tampak sebagai bercak-bercak merah dengan benjolan berwarna putih kekuningan di tengah (mirip bekas gigitan serangga). Benjolan akan mengempis beberapa hari setelah lahir, dan hilang tanpa bekas dalam waktu seminggu atau lebih. Hindari menyentuh atau memecahkan benjolan dengan sengaja.

Baca juga: Jangan Sepelekan Biang Keringat

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia