Membaca Ekspresi Bayi

Bayi bisa berkomunikasi jauh sebelum ia mengucapkan kata pertamanya. Kernyitan hidung, dahi berkerut, dan mata melebar adalah ekspresi yang sudah dapat diperlihatkan bayi.
 
“Dibandingkan tangisan, ekspresi wajah sebenarnya lebih akurat menunjukkan perasaan bayi dan seringkali orang tua melewatkan sinyal-sinyal ini,” ujar David Hill, M.D., dokter ahli anak dari University of North Carolina Medical School.

Ada beberapa prinsip utama yang dapat menjadi panduan orang tua dalam membaca ekspresi wajah anak:

Tersenyum
Senyum yang sesungguhnya baru muncul pada minggu keenam atau kedelapan. Bayi mengekspresikan perasaan puas dan senangnya dengan tersenyum. Misal, untuk hal-hal sederhana seperti menikmati handuk lembut setelah mandi. Balas senyumnya dan katakan betapa ia terlihat manis saat tersenyum. Walaupun belum mengenal kata-kata, ia akan mengerti.

Meniru ekspresi Anda
Saat Anda merasa gelisah, kesal, marah, atau takut, si kecil akan meniru ekspresi Anda. Ia akan selalu menatap wajah Anda untuk melihat perasaan Anda dan kemudian menirunya. Itu sebabnya lebih baik jika Anda tidak menggendong si kecil saat merasa marah atau sangat terganggu.

Menghindari tatapan Anda
Ini tandanya si kecil sedang ingin ‘istirahat’ dari aktivitasnya bersama Anda. Kadang ia dengan keras kepala menolehkan wajahnya ke arah lain, bermain-main dengan  jari tangan atau kakinya, bahkan menangis! Beri bayi waktu sendirian, lalu dekati kembali setelah beberapa saat. (Penulis: Fina Khairaty/dok: Feminagroup)

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Membaca Ekspresi Bayi

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia