Mengenali Suara Mama

Walau belum bisa bicara, kemampuan bahasa bayi akan terbentuk dari kata-kata dan suara yang didengarnya. Saat indra pendengaran berkembang:

Ia mengenali suara Anda. Beberapa jam setelah lahir, bayi mampu membedakan suara mamanya dari suara wanita lain. Dengan cepat, ia akan merasa nyaman dengan cara Anda berbicara.

Ia merindukan suara bising di dalam rahim. Mengapa banyak bayi senang suara berdesir dan menderu seperti suara mesin pengering pakaian? Para pakar yakin, itu ada kaitannya dengan memori bayi terhadap suara detak jantung dan aliran darah mama saat ia berada di dalam rahim.

Mulai cooing. Karena indra pendengaran belum sepenuhnya berkembang, bayi lebih menyukai suara bernada tinggi. Itu sebabnya si kecil selalu merespon ketika diajak bicara dengan bahasa bayi. Anda pun tak tahan untuk tidak melakukannya, kan?

Suara-suara mulai ada artinya. Sejak usia sangat dini, kebanyakan bayi memberi respon terhadap berbagai jenis suara dengan cara yang sama. Senandung nina bobo, suara lembut menenangkan, dan suara keras yang mengagetkan, serta irama jazzy akan membuatnya bergembira. Setelah tahun pertama, ia akan belajar menghubungkan jenis suara dengan pengalaman menyenangkan (suara pintu depan yang terbuka dan tertutup saat Anda atau papa pulang), atau pengalaman tidak menyenangkan ketika mendengar Anda memarahi pembantu bisa membuatnya menangis.

Bisa menghargai musik. Seiring bertambahnya usia, daya respon anak terhadap musik mulai berkembang dan tumbuh subur. “Mainan yang memakai musik Mozart sangat manjur karena bayi kecil sangat menyukai alunan nada yang lembut dan berirama disertai jeda,” kata Becky Spritz, Ph.D., mama dua anak dan psikolog anak di Roger Williams University di Bristol, Rhode Island. Musik klasik tidak akan membuat bayi lebih pintar, sih. Ia cuma suka saja. Di usia satu tahun, ia juga menyukai alunan lagu anak-anak tradisional, serta mulai bisa membedakan lagu-lagu yang bernada mirip.

Bahasa asing terdengar asing. Bayi Anda mungkin belum bisa benar-benar memahami kata yang Anda ucapkan, tetapi ia tahu bila seseorang berbicara dalam bahasa asing. Kemampuan untuk membedakan antara suara yang dikenalnya dengan yang tak dikenalnya ini membantu bayi belajar memroses dan akhirnya mengerti bahasa ujaran.**

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia