Merawat Bayi Prematur

Karena lahir terlalu cepat, maka organ-organ tubuh bayi prematur, khususnya paru-paru, belum cukup matang untuk menjalankan fungsinya. Si kecil jadi berisiko mengalami sederet gangguan kesehatan, seperti mata dan kulit berwarna kuning terutama pada hari ke-2 hingga hari ke-14, kadar gula darah turun (hipoglikemia), anemia, dan serangan penyakit infeksi.

Tapi, Anda tak perlu takut merawatnya setelah diperkenankan dokter membawa pulang si kecil. Berikut sejumlah persiapan serta kiat-kiat merawat bayi prematur.
  • Belajar dan timba ilmu sebanyak mungkin, baik dari dokter anak maupun perawat, selama si kecil masih di dalam inkubator atau di Unit Perawat Intensif Neonatus (NICU = Neonatal Intensive Care Unit).
  • Pelajari bagaimana pola dan kebiasaan si kecil sehari-hari, baik reaksinya bila lapar atau kenyang, apa yang membuatnya menangis, apakah dia mudah terangsang, dan lain-lain.
  • Jangan lupa untuk menjalin komunikasi dengan petugas kesehatan, sehingga Anda tetap dapat bertanya bila kebingungan menghadapi sikap si kecil.
  • Belajar dan berlatih setiap saat untuk menggendong, memberi ASI, memandikan, dan “membaca” bahasa tubuh bayi. Lengkapi pengetahuan Anda dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Dijamin pada akhirnya akan terjalin ikatan batin (bonding) yang kuat di antara Anda dan si buah hati.(DEN)

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia