Percaya Diri Mengasuh Bayi Prematur

Rafika (25) masih belum pulih dari syok setelah melahirkan putra pertamanya, Bhumi, dalam kondisi prematur minggu lalu. Sampai hari ini, Bhumi masih belum bisa dibawa pulang karena masih memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Sambil memandangi bayi mungilnya dari jendela ruang perawatan, Rafika berpikir, “Dia mungil sekali. Apa mungkin saya bisa merawatnya sendiri di rumah nanti?”

Perasaan gamang setelah melahirkan bayi prematur biasanya akan dialami para mama selama minggu-minggu pertama paska persalinan. Banyak yang bisa pulih dengan sendirinya, namun tak sedikit yang malah berkembang menjadi baby blues.

Untuk menghindarinya, Anda perlu mengembalikan rasa percaya diri bahwa Anda mampu merawat bayi dengan baik. Ini caranya!

- Jika ini adalah anak pertama, ingat-ingat ya Ma, semua orang tua baru pasti akan merasa gugup dan tidak yakin pada awalnya. Tentunya pada Anda, perasaan ini akan lebih kuat karena kondisi bayi yang ‘istimewa’. Tetapi intinya, ini adalah sesuatu yang wajar Anda alami.

- Bila Anda sudah punya anak sebelumnya, juga normal-normal saja bila rasa gugup itu masih ada. Sebelumnya Anda belum pernah mengasuh bayi prematur, kan? Biar lebih pede, bekali diri Anda dengan informasi dari majalah, buku, internet, serta dari mama lain yang pernah mengalami kasus serupa.

- Sabar, Ma! Jangan mengharapkan kesempurnaan ketika Anda menangani bayi. Wajar saja bila Anda merasa canggung ketika merawat bayi untuk pertama kalinya. Berikan waktu kepada diri Anda dan si kecil untuk saling menyesuaikan diri. Bukan hanya Anda, dia pun merasa gugup karena terpaksa  meninggalkan perut mama yang nyaman untuk pindah ke tempat baru.

- Cari bantuan. Perasaan ragu dan gugup yang berlebihan malah akan memperlambat masa adaptasi Anda dengan bayi. Tak ada salahnya mencari bantuan dari dokter dan perawat di rumah sakit untuk membimbing Anda merawat bayi. Jika perlu, mintalah suster datang ke rumah selama beberapa hari pertama untuk membantu Anda mengasuh bayi.

- Dapatkan dukungan dari lingkungan. Tak ada yang lebih pandai membesarkan hati mama ketimbang papa. Mengajak pasangan untuk ikut andil mengurus bayi di rumah bisa membantu meredam perasaan gugup di hati Anda. Jika memungkinkan, mintalah pula dukungan dari keluarga besar.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia