10 Kebiasaan Sehat Keluarga Masa Kini


 

Apa yang ada di pikiran Anda tentang sehat? Olah raga? Makan makanan sehat? Mengapa gaya hidup sehat terkesan sulit, ya?
 
Di masa yang serba mudah ini, banyak di antara kita mengandalkan teknologi untuk melakukan segala sesuatu. Kita hanya perlu menekan tombol remote dan kanal TV bisa berganti sendiri. Kita tidak perlu lagi bergerak jalan dari sofa ke meja TV untuk memencet tombolnya langsung. Kita mungkin juga sudah jarang berjalan kaki karena lebih memilih menggunakan sepeda motor walau hanya untuk perjalanan jarak dekat seperti ke warung atau minimarket. Bahkan, kita juga sudah mengandalan peralatan seperti vacuum robot di rumah!
 
Kondisi serba mudah ini juga membuat kita gampang saja membeli makanan tanpa harus bergerak ke luar. Tinggal klik, makanan goreng-gorengan, fast food berkalori tinggi, atau minuman manis dengan boba pun datang diantar oleh kurir delivery atau tukang ojek online.
 
Baca di sini bila Anda Ingin mengetahui kandungan fast food.
 
Bila kelaparan malam hari pun, Anda tetap bisa dengan mudah masak makanan instan dan menyantapnya sebelum tidur. Ditambah kita enggan berolahraga dengan alasan, “Aduuuh, akhir pekan harusnya dipakai bermalas-malasan. Kan, mumpung libur.”
 
Waaah, kita melakukan kebiasaan ini hampir setiap hari, lho. Belum lagi, saat ini udara yang kita hirup juga belum tentu sehat. Melansir dari Berita Satu (5 Juni 2021), kondisi kualitas udara di Indonesia tercatat terus memburuk sejak dua dekade terakhir, dan saat ini berada di peringkat ke-20 negara dengan kualitas udara terburuk di dunia. Bahkan, 91% penduduk Indonesia tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara melebihi batas aman yang ditetapkan WHO.
Di samping itu, saat ini kita juga tengah hidup berdampingan dengan pandemi COVID-19. Apa ya, yang bisa kita lakukan untuk benar-benar mewujudkan kesehatan keluarga di kondisi ini?
 

1. Piring Pelangi
Pastikan mengisi piring keluarga Anda dengan aneka bahan. Selain menarik saat disajikan hingga menggugah selera makan, isi piring yang warni-warni tentu juga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian keluarga Anda.
 
Sisipkan setidaknya warna pelangi dari buah dan sayur antara merah, oranye, hijau, kuning, putih, dan biru. Bantu anak-anak mengenali nilai gizi dari “pelangi” mereka. Menurut panduan “Isi Piringku” Kementerian Kesehatan, isi satu porsi piring yang ideal terdiri dari 2/3 makanan pokok, 1/3 lauk (protein nabati dan hewani), 2/3 sayur, dan 1/3 buah. Mama juga bisa memelajari cara unik menentukan porsi makan anak hanya dengan menggunakan ukuran tangan anak sendiri
 
 
Baca juga: 5 Kelebihan Makanan dan Minuman Organik
Cara Mudah Mengukur Porsi Sayur Balita
 
 

2. Sarapan, Sesibuk Apa Pun
Banyak keluarga yang melewatkan sarapan lantaran waktu yang sangat sempit. Ada anak-anak yang terburu-buru mau sekolah daring lantaran bangun kesiangan. Ada Anda dan suami yang sibuk menyiapkan pekerjaan. Padahal, sarapan sebelum memulai aktivitas sangat bermanfaat. Sarapan menjadi sumber energi Anda dan keluarga untuk sepanjang hari.
 
Sarapan juga dapat meningkatkan konsentrasi dan kemampuan mengingat. Di samping itu, kebiasaan sarapan juga dapat menjaga berat badan sehat Anda dan meminimalisir risiko obesitas. Sebab, kebiasaan sarapan dapat menghindarkan Anda menghindarikan Anda dari makan berlebihan di siang hari.
 
Walaupun waktunya singkat, tetap jangan sembarangan memilih menu sarapan. Siapa yang sering memilih sereal karena dinilai praktis dan pasti disukai anak-anak? Sebetulnya, baikkah sereal untuk sarapan anak-anak?
 
Hindari memilih menu sarapan yang tidak tepat. Pastikan sarapan anak memenuhi lima hal ini.
 
 

3. Nikmati Bergerak
Untuk tetap sehat, Anda perlu bergerak. Temukan aktivitas fisik yang menyenangkan dengan permainan yang bisa dinikmati semua keluarga, entah itu lompat tali atau kejar-kejaran. Lakukan di teras rumah.
 
Yuk, cari tahu 18 Ide Permainan Agar Anak Aktif Bergerak. Dengan bermain, anak akan merasa lebih bahagia untuk melakukannya sehingga tidak terasa membebani.
 
 
Anda juga bisa rutin jalan kaki setiap pagi. Jalan kaki termasuk olah raga yang bisa dilakukan semua orang dan tanpa butuh peralatan apa pun.
 
Baca juga: Jalan Kaki 1 Jam, Berapa Kalori yang Terbakar?
 
 

4. Stop Kecanduan Sofa dan Layar
Terlalu lama di rumah saja saat pandemi mungkin membuat Anda mati gaya. Akan tetapi, pastikan untuk tidak kecanduan sofa dan layar.
 
Terlalu lama duduk dan bermalas-malasan di sofa untuk menatap layar ponsel, tablet, atau TV adalah gaya hidup sedentari yang harus dihentikan. Anak-anak sebaiknya tidak duduk dan menatap layar lebih dari 1 atau 2 jam. Gaya hidup sedentari dapat meningkatkan risiko obesitas.
 
Baca juga: 6 Langkah Mengembangkan Kebiasaan Screen Time yang Sehat
 
 

5. Membaca, Setiap Hari
Membaca punya berbagai manfaat bagi orang dewasa, seperti mengurangi stres, menjaga kemampuan daya ingat, dan bahkan melawan dementia.
 
Di samping itu, membaca untuk anak-anak bila dilakukan secara rutin juga punya beragam manfaat. Ketahui 10 manfaat membacakan buku untuk anak sejak dini
 

6. Minum Air Mineral
Ada berbagai pilihan minuman segar di luar sana: soda, sirup, jus kemasan, minuman dari bubuk berbagai macam rasa. Anda mungkin juga dengan mudah tergoda untuk memesan delivery­nya. Akan tetapi, pastikan Anda dan keluarga tetap mengutamakan air mineral untuku memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Orang dewasa perlu minum 8 gelas per hari.
 

7. Makan Malam Bersama
Walaupun berada di rumah yang sama, tidak setiap saat seluruh anggota keluarga benar-benar terhubung. Coba renungkan lagi, apakah selalu bertemu artinya Anda sekeluarga selalu terkoneksi? Semuanya mungkin sibuk dengan aktivitasnya maisng-masing walau sama-sama di rumah.
 
Untuk itu, cobalah nikmati malam untuk berkumpul di meja makan dan makan bersama. Peneliti University of Florida menyebut bahwa makan malam bersama membuat orang makan yang lebih bergizi, anak-anak terhindar dari picky eater dan tidak mengalami obesitas.
 

8. Kurangi Asupan Gula dan Garam
Asupan gula yang terlalu banyak dalam keseharian dapat meningkatkan risiko obesitas, gula darah serta kemungkinan diabetes. Untuk anak-anak, Dr. Julie L. Wei, dokter spesialis anak dari Nemours Children’s Hospital di Orlando, AS, menceritakan bahwa hanya dengan mengurangi asipan makanan dan minuman manis dalam menu sehari-hari, bahnya pasiennya yang pulih dari  keluhan pilek menahun, produksi lendir pernapasan berlebihan, batuk, serta infeksi sinus.
 
Sementara, terlalu banyak asupan garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta masalah jantung.
 
Baca juga: Cegah Anak Konsumsi Gula Berlebih, Ini Caranya!
 

9. Konsumsi Cukup Cairan
Ternyata masih banyak di antara kita yang minum air hanya setelah makan. Wah, padahal mengonsumsi air setelah makan saja tidak akan cukup untuk kebutuhan cairan harian kita. Orang dewasa membutuhkan sekitar 2,5 liter air per hari.
 
Sedangkan, menurut IDAI, kebutuhan cairan untuk anak-anak adalah:
  • Bayi usia 0-6 bulan: 700 ml/hari
  • Bayi 7-12 bulan: 800 ml/hari
  • Anak 1-3 tahun: 1300 ml/hari
  • Anak 4-8 tahun: 1700 ml/hari
 
Baca di sini untuk mengetahui gejala dehidrasi ringan dan berat.
 
 

10. Be Positive

Pikiran positif membantu kita meregulasi emosi dengan lebih baik. Bila anggota keluarga memiliki emosi yang lebih baik, maka rumah akan lebih membahagiakan dan berdampak pada kesehatan mental seluruh anggota keluarga. Salah satu cara melatih emosi adalah Luangkan Waktu untuk Menuliskan Emosi Positif. Ketahui juga 5 Alasan Bagaimana Mindfulness Dapat Meningkatkan Kualitas Hubungan
 
 
Baca juga:
Kenalkan Olahraga Kepada Anak Sejak Dini
4 Manfaat Membuat Food Diary untuk Kesehatan Holistik
7 Trik Menjaga Kualitas Gorengan Agar Lebih Sehat
 
LTF
FOTO: SHUTTERSTOCK

 

 

 

 

 

 


Topic

#keluarga #parenting #hidupsehat

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

10 Kebiasaan Sehat Keluarga Masa Kini