3 Keluhan dalam Rumah Tangga yang Tidak Boleh Diabaikan




Pernahkah Anda mengalami tidak digubris saat menyampaikan ketidaknyamanan atau keluhan kepada pasangan? Saat Anda mencoba membahasnya lagi untuk kedua kalinya, responsnya sama. Anda mungkin masih bisa menahan diri. Namun, saat Anda mengeluh ketiga atau keempat kali dan masih tidak ada perubahan signifikan, Anda bisa jadi mulai lelah dan memilih untuk mendiamkan tiap kesalahan yang ia perbuat.
 
Guy Winch, Ph,D., seorang psikolog spesialis terapi pasangan dari New York University mengatakan ada 3 keluhan kepada pasangan yang sebaiknya tidak diabaikan. “Menghentikan keluhan-keluhan ini bisa mematikan hubungan Anda,” ujarnya. Ia menceritakan, salah satu penyebab paling umum dari putusnya hubungan adalah ketika seorang pasangan berhenti mengeluh tentang sesuatu yang sangat penting bagi mereka, karena keluhan-keluhan sebelumnya telah diabaikan.
 
Keluhan mungkin sudah tak terdengar lagi, namun bukan berarti masalah hilang. “Mereka terus menumpuk kebencian dan atau hanyut secara emosional sampai hubungan itu kritis,” jelas Winch. Sementara, pasangannya benar-benar tidak menyadari yang sebenarnya dan justru berpikir masalah telah selesai. Ia pun dengan santai berpikir bahwa semuanya baik-baik saja.
 
Apa saja 3 keluhan yang paling krusial dan sebaiknya tidak diabaikan?
 

  • Kehidupan Seks
Keluhan tentang kehidupan seks yang kurang atau tidak memuaskan adalah keluhan hubungan yang sangat umum. Sayangnya, beberapa pasangan mungkin tidak menghadapi keluhan ini dengan berbuat sesuatu, melainkan justru menanggapinya dengan melakukan penolakan untuk berhubungan seks karena merasa kurang bisa memuaskan pasangannya.
 
Ketika ditolak, pasangan akan mengalami luka emosional dan terserang harga dirinya. Oleh sebabnya, mereka juga cenderung akan melakukan perlindungan terhadap perasaannya sendiri dengan semakin menarik diri dan menciptakan jurang akibat penolakan tersebut. Bayangkan akan selebar apa jurang antara kedua pasangan tersebut?
 
  • Masalah dengan Mertua
Saat mengalami masalah dengan mertua, Anda mungkin berharap bahwa pasangan Anda bisa menjadi mediator. Dengan begitu, konflik antara menantu dan mertua bisa segera diselesaikan dan tidak berulang. Beberapa pasangan mungkin mengeluhkan hal ini dan berpikir bahwa ini adalah masalah yang kecil dan sudah seharusnya menantu belajar memahami mertuanya, tanpa memerhatikan perasaan atau sudut pandang pasangannya sendiri.
 
Mengabaikan keluhan tentang mertua dapat mengikis perasaan aman yang didapat pasangan dari Anda. bisa juga mengikis kesetiannya dan dalam kemungkinan paling buruk dapat menyebabkan perpisahan dini atau pernikahan yang tegang dan tidak memuaskan.
 
  • Kehilangan Waktu Berkualitas karena Gadget
Gadget memang merupakan teknologi yang sangat membantu Anda untuk terhubung dengan dunia luar. Namun, dalam hubungan, penggunaan gadget sering kali lebih berfungsi sebagai dinding. Yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh. Begitu perumpamaannya. Banyak pasangan yang kehilangan waktu berkualitas karena penggunaan gadget.
 
Ketika pasangan Anda berkata bahwa ia terganggu dengan perilaku Anda yang selalu main gadget di rumah, Anda bisa saja berpikir, “Yang penting, kan, saya di sini bersama kamu. Saya tidak ke mana-mana.” Secara fisik Anda memang bersamanya, namun fokus dan atensi Anda tidak ke pasangan Anda. Mengabaikan keluhan ini bisa menyebabkan konflik dan menurunkan kepuasan dalam hubungan.
 
Nah, bila pasangan mulai mengeluh tentang hal-hal tesebut, sediakan waktu Anda untuk berdiskusi serius dengannya. Berkomitmenlah untuk memperbaiki sikap demi mempertahankan hubungan dan mencapai kualitas hubungan yang baik.
 
 
Baca juga:
Beda Gaya Asuh Anak Picu Konflik Orang Tua
9 Jenis Pikiran Toxic dalam Pernikahan
4 Cara Komunikasi Yang Membahayakan Pernikahan
 
 
LTF
FOTO: 

 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

3 Keluhan dalam Rumah Tangga yang Tidak Boleh Diabaikan

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia