5 Tipe Sarapan Mama Setelah Punya Anak



 


















Menjadi seorang mama tentunya akan mengubah banyak kebiasaan seorang wanita, tak terkecuali gaya sarapan.

Kesibukan pekerjaan rumah dan kantor membuat Anda dituntut untuk bergerak cepat di pagi hari.

Situasi ini membuat tak sedikit yang menunda bahkan melewatkan sarapan. Atau, justru melahap banyak makanan karena tak kenyang setelah memasak, melewati macet, dan menunggu meeting dimulai.  

Baca juga: Kenapa Sarapan Penting?

Muncullah kemudian kebiasaan sarapan seperti berikut ini. Yang mana gaya sarapan Anda setelah mempunyai anak?

1. On The Go
Mama dengan tipe sarapan  ini biasanya akan membawa sarapan dari rumah dan menikmatinya dalam  perjalanan ke kantor. Positifnya, Anda tidak melewatkan momen sarapan dan memanfaatkan waktu dengan baik. Tapi jangan sampai kebiasaan ini justru menghilangkan momen berharga sarapan bersama keluarga, ya. 

Menurut Prof. Hardinsyah, MS. PhD, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, secara pemenuhan gizi, sarapan di jalan tak masalah asal menu yang dikonsumsi seimbang dan memenuhi seperempat dari kebutuhan harian.

Hanya saja, momen sarapan bersama keluarga yang membawa manfaat kebersamaan akan hilang. Mama, papa dan anak seakan terburu-buru sehingga tak bisa menikmati kebersamaan di meja makan.


2. Multiple Breakfast
Selepas menyiapkan makanan untuk seluruh keluarga, Anda menikmati sedikit camilan. Setelah itu, sambil menemani anak-anak dan suami menyantap sarapan, Anda ikut sarapan. Setelah suami pergi bekerja, terdengar tukang bubur lewat.

Karena belum cukup kenyang Anda pun kembali menyantap bubur. Atau untuk Anda ibu bekerja, sesampai di kantor ada saja yang bisa dimakan setelah sarapan sebelumnya di rumah karena lelah di perjalanan. Rasanya seperti sarapan berkali-kali, ya?

Namun, Prof. Hardin mengatakan, tak ada istilah sarapan berulang, yang ada ngemil berkali-kali. Jika dengan tipe seperti ini berat badan Anda tetap stabil, tidak  masalah. Baru masalah jika berat badan bertambah. Dampak lainnya Anda jadi cepat mengantuk dan kinerja menurun.

Baca juga: 8 Ide Sarapan dari Berbagai Negara


3. Tak Tentu Waktu
Hari ini Anda sarapan di pukul 06.00, besok pukul 10.00 dan esoknya lagi pukul 08.00. Tahukah Anda waktu sarapan yang tidak tentu ini menunjukkan kedisiplinan Anda mengatur waktu?

“Sarapan juga melatih kedisiplinan. Makanya penting dibiasakan sejak dini. Anak yang disiplin sarapannya, pasti  bisa mendisiplinkan dirinya kelak. Untuk yang bekerja, tentu akan disiplin dalam mengatur waktu,” jelas Prof. Hardin. 

Waktu yang tak tentu memang tak memengaruhi gizi makanan yang Anda makan.

Kecukupan gizi juga tergantung pada makanan yang Anda pilih. Ada baiknya jika Anda mulai sarapan di bawah pukul 09.00 atau dua jam sebelum memulai aktivitas di pagi hari.

Baca juga: Bonding Keluarga Lewat Sarapan


4. Menu  Sama
Menyiapkan menu yang sama setiap hari? Kelebihan dan kekurangannya tergantung pada jenis makanan apa yang Anda makan.

Jika makanan dan minuman tersebut tidak disajikan dengan variasi sayur dan buah serta jauh dari kata seimbang, maka Anda akan kekurangan zat gizi atau kelebihan zat gizi. 

Selain itu, Anda akan merasa bosan dan akhirnya kembali “jajan”. 

Coba saja variasikan menunya, misalnya Anda menyiapkan sarapan berbahan dasar telur. Mulai dari omelet sederhana, telur orak-arik, telur dengan roti, atau olahan dalam bentuk lainnya bisa Anda coba.


5. Sisa Makanan Semalam
Sayang dengan sisa makan malam, Anda berniat menyimpannya di kulkas dan menjadikannya menu sarapan esok hari.

“Tidak masalah mengonsumsi makanan semalam untuk menu sarapan. Tetapi, jika ini jenis makanan berkuah maka gizinya tentu sudah larut,” papar Prof. Hardin. 

Selain makanan berkuah, sayuran matang yang disimpan di dalam kulkas pun sudah turun kadar gizinya. Namun, hal ini tidak berlaku untuk makanan berbahan roti.

Baca juga: Pilih Menu Sarapan Sehat



 


Topic

Gaya sarapan mama setelah punya anak

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia