Ingin Olahraga di Malam Hari? Ini Aturannya!



Kesibukan harian yang padat sering mengakibatkan banyak wanita baru punya waktu untuk ‘bernapas’ di malam hari. Sebagian di antaranya mengisi waktu luang tersebut untuk bersantai, namun ada pula yang memanfaatkannya untuk berolahraga. Mengenai penerapan jadwal olahraga di malam hari, selama ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan pakar kebugaran. Apa kata mereka?

Shawn Youngstedt, asisten profesor di bidang Exercise Science dari University of South Carolina, Amerika, adalah salah seorang pakar olahraga yang pro terhadap jadwal berolahraga di malam hari. Menurutnya, kapan pun sempat dilakukan, selama orang tersebut konsisten berolahraga, maka hasilnya akan lebih baik ketimbang mereka yang memiliki gaya hidup lembam alias kurang gerak. Hanya saja, supaya hasilnya optimal, Youngstedt menyarankan Anda untuk menerapkan beberapa langkah berikut:

> Pilih olahraga di dalam ruangan.
Pasalnya, berkebalikan dengan pada pagi dan siang hari, di malam hari pepohonan akan menyerap oksigen dan menghasilkan zat karbondioksida. Akibatnya, jumlah oksigen yang beredar di udara tidak sebanyak ketika dibandingkan pada pagi atau siang hari. Penerangan di luar ruangan yang minim di malam hari juga bisa meningkatkan risiko terjadinya cedera.

> Jangan terlalu dekat waktu tidur.
Aktivitas olahraga mampu meningkatkan denyut nadi dan memicu pelepasan hormon adrenalin di dalam tubuh. Pada sebagian orang, hal tersebut bisa mengakibatkan tubuh terasa bugar dan rasa kantuk tak kunjung datang meski waktu tidur telah tiba. Akibatnya, insomnia pun datang menyerang. Meski hal ini tidak dialami oleh setiap orang, Youngstedt menyarankan untuk memberikan jeda setidaknya 30 menit sejak usai berolahraga hingga waktu tidur tiba.

> Perhatikan reaksi tubuh.
Banyak orang menyatakan bahwa olahraga di malam hari bisa membantu meredakan stres yang dialami di tempat kerja. Sebaliknya, tak sedikit pula yang menyatakan bahwa olahraga di malam hari terasa amat menguras energi sehingga mereka pulang ke rumah dalam kondisi kelelahan. Karenanya, amati reaksi tubuh Anda sebelum mengawali rutinitas olahraga, baik di pagi ataupun malam hari. Pilih waktu yang paling pas dengan kondisi tubuh Anda agar hasilnya bisa optimal.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia