Anda Makin Cemas karena PSBB Dibuka?


 

Pengumuman resmi dari Presiden Joko Widodo tentang dua pasien positif COVID-19 pertama di Indonesia pada Maret lalu membuat kita cemas seketika. Hari demi hari berlalu, penambahan angka pasien positif serta meninggal semakin membuat kita takut. Berbagai strategi keselamatan pun diterapkan di rumah untuk melindungi keluarga agar tidak sampai tertular.
 
Kalau mau diakui, saat beberapa daerah sudah membuka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau pemerintah setidaknya melonggarkannya dalam beberapa tahap, apakah perasaan takut tersebut tetap ada? Apakah wacana agar kita beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru atau The New Normal justru semakin membuat ketakutan Anda bertambah?
 
Anda mungkin punya pikiran seperti, “Kalau PSBB dibuka, artinya makin banyak orang keluar rumah dan semakin banyak peluang bertemu atau berinteraksi dengan orang lain.”, “Aman nggak, ya, kalau aku harus mulai ke kantor lagi?”, “Kantor Papa sudah aktif sepenuhnya, apakah bisa ia benar-benar pulang dalam kondisi steril kalau harus naik transportasi umum?”, “Gimana ya, kalau pas PSBB dibuka, orang-orang jadi abai pada protokol kesehatan dan akhirnya virus lebih mudah menyebar?”. Dan masih banyak keraguan lain. Intinya, semua pikiran Anda tersebut bermuara pada satu hal: ketakutan tertular yang semakin besar.
 
Nicky Lidbetter, CEO Anxiety UK, sebuah yayasan amal yang membantu orang dengan masalah kecemasan, mengatakan bahwa ketakutan untuk kembali beraktivitas wajar, seperti rapat di kantor, atau naik transportasi umum, terjadi sebagai salah satu efek karantina atau physical distancing yang panjang. Nicky mengatakan, "Anda mungkin kehilangan kepercayaan diri untuk melakukan hal-hal yang (menurut Anda) tidak harus dilakukan dalam waktu dekat.”
 
Menurutnya, selama #dirumahsaja, orang-orang hidup di bawah seperangkat aturan yang telah dibuatnya sendiri untuk melindungi dirinya. Orang-orang menjadi takut ketika aturan-aturan tersebut dicabut. Banyaknya perubahan dalam waktu yang sangat singkat ini menambah kecemasan.
 
Begitu ‘keran’ interaksi sosial dibuka sebagai dampak dilakukannya PSBB Transisi, banyak yang merasa kehilangan kontrol atas keamanannya sendiri. Sebab, mau tak mau Anda harus kembali keluar dari rumah yang dalam pikiran Anda belum tentu aman. "Setelah Anda berada di dalam untuk waktu yang lama, mungkin terasa sangat aneh pergi keluar," pungkasnya.
 
 
Baca juga:
Penyebab Anda Mendadak Stres saat Keluar Rumah Akibat Terlalu Lama#dirumahsaja
PSBB Transisi: 6 Panduan bagi Keluarga di DKI Jakarta
5 Cara Mencegah Stres Karena Corona
6 Pengaruh Stres Terhadap Kesehatan Fisik dan Emosional Anda
7 Fakta tentang Hubungan Stres dan Pengasuhan
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 
 

 
 
 
 
 
 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia