Persiapkan Dana Pendidikan Anak

Setiap Mama tentu memiliki cita-cita ingin menempatkan anak-anaknya di sekolah terbaik. Sayangnya, keinginan hanya sekadar keinginan bila tidak segera diwujudkan. 


Berapa pun usia anak sekarang, Mama sebaiknya mulai menyisihkan pendapatan bulanan untuk pendidikan anak-anak. Lebih cepat lebih baik. Bila Mama baru mulai menabung saat anak berusia 5 tahun daripada saat baru lahir, berarti Mama harus menyisihkan 75 persen lebih banyak untuk mendapat jumlah nominal yang sama besarnya saat dia berusia 18 tahun. 


Berapa banyak uang yang disisihkan, tergantung dari jumlah yang dibutuhkan anak. Juga, bagaimana menentukan jumlahnya, harus dikaji sendiri. Mulailah dengan pertanyaan berikut ini:


a.    Apakah anak akan sekolah di negeri atau swasta?

b. Berapa biaya per tahunnya?

c. Berapa biaya untuk seragam, kegiatan-kegiatan, buku, atau les privat?

d. Berapa lamanya waktu yang Mama butuhkan untuk menabung sejumlah itu?


Berikut hitungannya:


a. Kasarnya Mama butuh 200 juta rupiah untuk biaya kuliah 4 tahun (asumsi biaya saat tahun ini).
b. Saat ini, anak berusia 5 tahun dan akan kuliah di usia 18 tahun. Jadi, waktu menabung Mama adalah 13 tahun.
c. Asumsi kasar inflasi 7% dan bunga deposito setelah kena pajak sebesar 4%, sehingga uang sejumlah 200 juta sekarang akan menjadi 482 juta saat anak kuliah nanti. Hal ini dikarenakan faktor inflasi tadi. Itu artinya Mama harus menabung atau menginvestasikan kira-kira 24 juta per tahun untuk biaya kuliah anak kelak.

    Solusi: Bila anak baru lahir, sebaiknya Anda mulai menyisihkan uang untuk dana pendidikannya. Misalnya, Rp300 ribu per bulan. Atau mengikuti program asuransi pendidikan atau investasi lainnya. Pastikan return yang Mama terima sesuai  kebutuhan sekolah anak nanti.