Seks Setelah Melahirkan



“Oh, please…. Jangan malam ini, ya, Sayang….” Mungkin sudah puluhan kali jawaban itu harus Anda lontarkan kepada suami tiap kali dia mengajak Anda bercinta. Setelah melahirkan anak, Anda tak ingin bercinta. Malam hari, rasanya ingin selalu tidur memunggungi suami, sebagai kode ‘aku tidak ingin diganggu’. Tetapi, ini sudah berbilang bulan sejak kelahiran anak. Mengapa Anda masih tidak ‘berselera’ bercinta, ya? Padahal, Anda sendiri tahu, hubungan seks sangat penting dalam hubungan suami istri.

Tak perlu merasa bersalah juga, sih. Beberapa hal memang tengah terjadi kepada Anda, Ma. Nyeri di area panggul bisa menghentikan Anda dari aktivitas seksual. Dalam 1-2 minggu setelah melahirkan, luka pascamelahirkan berangsur sembuh. Melakukan hubungan seksual seharusnya sudah bisa dilakukan, selama secara emosional Anda siap. Menyusui juga menyebabkan keringnya vagina, yang memengaruhi kenikmatan seks.

Gangguan lain, mengurus bayi membuat waktu dan energi Anda tersedot. Hubungan Anda dengan suami secara emosi ‘merenggang’, karena fokus Anda beralih. Dan, satu hal lagi, perubahan tubuh membuat Anda merasa tidak seksi lagi! Oh, well, perut yang masih menggendut, stretch mark di paha dan perut, belum lagi payudara yang penuh ASI, membuat pede Anda melorot!

Jangan lama-lama terpuruk, Ma, Anda harus kembali menikmati momen bercinta dengan suami. Perbaiki komunikasi Anda dengan suami, utarakan perasaan Anda. Kali ini, jangan membahas betapa lucu bayi Anda atau kelelahan Anda merawatnya. Luangkan waktu untuk kembali menjalin keintiman dengan suami, Anda pasti sudah hapal, kan, kapan bayi Anda lelap? Pakai lubricant untuk mengatasi vagina yang terasa kering.

Soal tubuh yang menurut Anda tidak lagi indah, jangan terlalu dipikirkan! Lebih baik Anda berpikir untuk membuat tubuh selalu sehat. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan berolahraga akan membuat tubuh sehat dan pikiran lebih tenang. Malam ini, tentu Anda siap berkata, “Aku ingin bercinta, Sayang….”