6 Cara Agar Anak Tetap Terhidrasi Saat Cuaca Panas

 
Berdasarkan pengamatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada peningkatan suhu di wilayah Indonesia dalam beberapa hari belakangan. Bahkan, BMKG juga memperingatkan bahwa potensi suhu panas hingga mencapai 39°C akan mendominasi beberapa wilayah Indonesia terutama bagian selatan seperti Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara sekitar seminggu ke depan. Humas BMKG menyebutkan cuaca panas ini disebabkan oleh fenomena gerak semu matahari di mana matahari yang pada bulan September berada dekat dengan garis khatulistiwa terus bergerak ke belahan bumi bagian selatan pada Oktober hingga Desember mendatang.
 
Dalam kondisi suhu dengan panas ekstrem seperti ini, penting untuk menjaga anak-anak tetap terhidrasi untuk menghindari gejala-gejala dehidrasi. Mengutip dari Parents, anak-anak jauh lebih rentan mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa karena kinerja tubuh mereka untuk mendinginkan diri kurang efisien. Oleh karenanya, mereka butuh konsumsi cairan yang cukup untuk dapat bertahan di suhu yang panas. Berikut ini pedoman yang bisa Anda ikuti untuk menjaga anak-anak tetap terhidrasi:
 
Butuh berapa banyak cairan?
Estimasi kebutuhan cairan harian berdasarkan Academy of Nutrition and Dietetics untuk anak-anak adalah:
  • Di bawah usia 3 tahun : 5,5 gelas
  • Usia 4-8 tahun : 7 gelas
  • Perempuan usia 9-13 tahun : 9 gelas
  • Laki-laki usia 9-13 tahun : 10 gelas
 
Pastikan anak-anak memenuhi kebutuhan cairan hariannya untuk mencegah cairan yang keluar lewat tubuh seperti keringat tidak lebih cepat daripada jumlah cairan pengganti yang masuk. Anak-anak akan membutuhkan cairan ekstra ketika mereka melakukan aktivitas di luar ruangan, melakukan aktivitas yang berat, atau saat sedang sakit.
 
Apa saja yang termasuk cairan?
Banyak orang yang beranggapan bahwa cairan hanya bisa didapat dari air minum. Salah! Air putih, jus, buah, sayuran, dan susu bisa diperhitungkan sebagai asupan cairan. Mengonsumsi setidaknya tiga jenis sayuran serta dua buah setiap hari dapat membantu meningkatkan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh anak. Akan tetapi, pemberian jus dan susu tetap harus dibatasi untuk mencegah konstipasi. Anak-anak direkomendasikan untuk tidak minum susu lebih dari 2-3 gelas per hari. Di samping itu, bila ingin memberikan jus sebaiknya pilih dari buah alami serta mengandung sedikit gula.
 
Strategi apa yang bisa dilakukan?
Untuk menjaga anak-anak memenuhi jumlah konsumsi cairan harian, Anda bisa mengikuti saran Megan McNamee MPH, RDN, ahli gizi di Scottsdale, Arizona dan rekannya Judy Delaware, OTR/L, terapis okupasi dengan spesialisasi terapi makan anak di Boulder, Colorado pendiri Feeding Little, sebuah jasa profesional untuk mengedukasi praktik makan keluarga berikut ini:  
  • Atur timer sebagai pengingat bagi anak untuk minum lebih banyak air. Bila si kecil adalah tipe pembelajar visual, Anda bisa mengunduh aplikasi Plant Nanny, yang menunjukkan tumbuh kembang tanaman bergantung pada jumlah air yang 'diminum'.
  • Sediakan botol atau gelas favorit. Anda bisa memberikan label nama atau stiker lucu agar ia tertarik minum. Bila anak meninggalkan rumah, pastikan ia selalu membawa bekal air dalam botol.
  • Sediakan sayuran yang memiliki kandungan air tinggi seperti mentimun, bayam, atau brokoli. Sajikan dalam sayur bening atau sop yang segar untuk dikonsumsi di siang hari saat terik.
  • Sediakan buah potong yang juga memiliki kandungan air tinggi seperti semangka, melon, cantaloupe, blewah, atau jeruk dan simpan di dalam lemari es. Sajikan sebagai camilan di siang hari saat mereka pulang sekolah.
  • Buat es loli sendiri. Anak-anak tentu menyukai es, bukan? Kombinasikan air kelapa dengan buah-buahan potong yang disukai anak-anak. Bekukan di dalam freezer.
  • Buat air lebih beraroma dengan menyajikan infused water kreatif, seperti stroberi dan lemon, semangka dan jeruk nipis, atau blueberry dan jeruk.
 
Ingat!
Alih-alih hanya berfokus pada angka, perhatikan juga kondisi fisik anak Anda. Pastikan urinenya berwarna 'jerning' atau jernih kuning. Periksa apakah mulutnya kering, tubuhnya lemas, pusing, dan kulitnya pun kering yang menjadi tanda bahwa ia mengalami dehidrasi.
 

LELA LATIFA
FOTO: UNSPLASH



Baca juga:
Berapa Banyak Air Putih Yang Harus Kita Minum Setiap Hari?
Karena Air Saja Tidak Cukup!
 
 

 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia