6 Perbedaan Mama dan Papa dalam Berkomunikasi




Sering tidak, Ma, Anda mengalami kebuntuan ketika berkomunikasi dengan Papa? Barangkali Anda sering merasa bahwa pasangan tidak mengerti apa yang Anda maksud atau inginkan. Anda tidak sendiri.
 
Ahli bahasa, Deborah Cameron, yang juga merupakan Profesor Bahasa dan Komunikasi di Universitas Oxford menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan mendasar dalam berkomunikasi dan menggunakan bahasa. Hal itulah yang sering kali memicu salah tafsir dan akhirnya berujung pada miskomunikasi.
 
Apa saja perbedaan tersebut?
 

  • Logika dan Perasaan
Perempuan secara alamiah memang lebih emosional. Apakah hal ini berarti mendiskreditkan bahwa perempuan tidak memiliki kapasitas untuk berpikir rasional? Barton Goldsmith, Ph.D., psikoterapis dari California menerangkan bahwa perempuan berpikir dan merasakan sekaligus. Artinya, ia menggunakan logikanya disertai dengan perasaan. Sementara, laki-laki lebih pragmatis dan analitis. Mereka menitikberatkan rasionalitas dan menomorsatukan logika. Hal ini sering kali membuat Mama jadi kesal dan berpikir, “Duh, kamu memang tidak mengerti perasaanku.”
  • Mama bicara lebih Cepat, Papa kesulitan menemukan kata-kata
Barton juga mengatakan bahwa perempuan cenderung bicara lebih cepat. Hal ini juga menjadi masalah. Karena, di satu sisi, laki-laki sedang berusaha untuk mengaktifkan logika dan perasaan sekaligus, yang sebenarnya sulit untuk mereka. Mereka harus berjuang untuk merangkai kata-kata yang tepat.
  • 20.000 kata Vs 7000 kata per hari
Deborah Cameron mengatakan bahwa perempuan bicara lebih banyak daripada laki-laki. Studi mengatakan bahwa perempuan membutuhkan 20.000 kata per hari untuk berkomunikasi. Sedangkan laki-laki hanya membutuhkan sekitar 7000 kata saja. Jadilah Mama sering kali merasa diabaikan dan tak jarang muncul pikiran, “Sudah ngomong panjang lebar, tapi jawabannya cuma gitu aja.”
  • Tujuan Berkomunikasi
Cameron menerangkan bahwa laki-laki berkomunikasi dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Sementara, perempuan sering kali berkomunikasi hanya untuk membangun hubungan. Sering kali, ketika perempuan mengatakan “Aku ingin ngobrol, nih,” bukan berarti ada suatu yang perlu dan harus diselesaikan, melainkan ia hanya ingin merasa lebih dekat saja dengan pasangannya.
  • Hanya Ingin Didengar
Laki-laki dengan rasionalitasnya sering kali menjadi problem solving oriented. Begitu istrinya bicara, ia pun akan membanjiri dengan tawaran solusi. Padahal, sering kali perempuan bicara hanya untuk ingin didengar. Mereka tidak ingin mendengar komentar, nasihat atau bahkan kritik dari pasangannya. Sekalipun hal itu adalah bagian perhatian dari suami. Namun, hal tersebut malah sering membuat kesal. Mama mungkin hanya perlu telinga Papa untuk mendengar dan bahu untuk bersandar.
  • Ahli kode tingkat tinggi
Cameron menyebut bahwa selain memiliki kemampuan verbal yang baik, perempuan juga memiliki kemampuan bahasa nonverbal yang lebih baik ketimbang laki-laki. Inilah yang membuat laki-laki sering kebingungan. Kalau perempuan diam, bukan berarti tidak ada masalah, justru berarti sedang ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Apabila saat ditanya, perempuan menjawab, “Tidak ada apa-apa,” justru laki-laki juga patut waspada. Sering kali laki-laki kesulitan memahami kode-kode yang muncul dari istrinya. Hal ini yang membuat Mama sering berpikir, “Ih, nggak peka banget, sih.”
 
Memperbaiki gaya komunikasi untuk meminimalisir miskomunikasi :
  • Tidak memotong pembicaraan
Menginterupsi tidak akan berbuah baik. Tunggulah sampai pasangan selesai bicara terlebih dahulu. Barton mengatakan bahwa ketika diinterupsi, laki-laki akan merasa bahwa mereka tidak bisa menyampaikan perasaan mereka. Selalu tekankan bahwa prinsip komunikasi selain berbicara adalah juga mendengar.
  • Gunakan prolog saat akan memulai pembicaraan
Dilansir dari Huffington Post, Anda bisa menggunakan prolog sebelum memulai obrolan dengan cara mengatakan, “Aku hanya sedang ingin didengarkan,” atau “Aku lagi butuh teman untuk mendengarkan,” jika Anda memang hanya sedang ingin berkeluh kesah dan mendapat perhatian dari suami. Katakan pula, “Aku butuh pendapat kamu, nih,” atau “Tolong bantu aku diskusi,” saat Anda membutuhkan timbal-balik dari pasangan dan ingin melibatkannya untuk menyelesaikan masalah Anda.
 
 
LELA LATIFA
FOTO: FREEPIK

 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

6 Perbedaan Mama dan Papa dalam Berkomunikasi