7 Ciri Autisme


 

Saat buah hati lahir, hal yang umum diperhatikan sebagian besar orang tua adalah pertumbuhan fisiknya, yakni apakah berat badan atau tinggi badan anak sudah ideal sesuai usianya. Hal yang penting namun kerap terlambat diperhatikan adalah perkembangan sosial si kecil. Padahal, fungsi sosial dan masalah komunikasi adalah salah satu pertanda autisme.
 
Autism Spectrum Disorder (ASD) atau yang sering disebut dengan autisme adalah kondisi serangkaian gangguan perkembangan saraf yang kompleks yang melibatkan kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi. Anak-anak dengan autisme umumnya ditandai dengan tidak responsif, kurang memahami komunikasi non verbal seperti intonasi atau bahasa tubuh, melakukan gerakan berulang, atau melukai diri sendiri seperti memukul-mukul kepala.
 
Karakteristik Autisme
Autisme yang dialami satu orang berbeda dengan orang lain dalam tingkat keparahan dan kombinasi gejalanya. Menurut American Psychiatric Association, tidak ada dua anak dengan autisme yang sama. Mengutip dari laman resmi American Psychiatric Association, ada dua karakteristik gangguan spektrum autisme :
 

  • Interaksi sosial dan masalah komunikasi, yakni memiliki kesulitan dalam percakapan normal, sulit memahami atau merespons komunikasi nonverbal seperti kontak mata atau ekspresi wajah, tidak berminat pada orang lain, kesulitan dalam berinteraksi sosial.

  • Pola perilaku, minat, atau aktivitas yang terbatas dan berulang, yakni selalu mengepak-kepakkan tangan dan menghentakkan kaki, bermain dengan benda dengan cara yang tidak biasa seperti membalikkan bendanya, berbicara dengan cara unik seperti menggunakan pola dan nada yang tidak umum dalam berbicara, memiliki kebutuhan yang signifikan untuk rutinitas atau struktur yang dapat diprediksi, menunjukkan minat yang kuat dalam kegiatan yang tidak umum untuk anak yang berusia sama, memiliki masalah sensorik seperti terlalu peka atau tidak peka.

 
Diagnosis
Autisme umumnya pertama kali didiagnosis pada masa anak-anak. Tanda yang paling jelas muncul rata-rata pada sekitar usia 2-3 tahun. Akan tetapi, beberapa anak dengan autisme ada juga yang berkembang secara normal sampai usia balita hingga mereka berhenti berkembang atau kehilangan keterampilan yang sudah dimiliki sebelumnya.
 
Autisme dialami anak laki-laki 3 – 4 kali lebih banyak daripada anak perempuan. Anak perempuan dengan autisme pun menunjukkan tanda-tanda yang kurang jelas bila dibandingkan dengan anak laki-laki. Banyak anak yang didiagnosis autisme bisa hidup dengan mandiri dan produktif berkat dukungan orang-orang di sekelilingnya.
 
Ciri-Cirinya
Ada beberapa ciri yang bisa Anda gunakan untuk mengidentifikasi autisme. Berikut ini adalah bendera merah yang dapat menjadi petunjuk autisme seperti yang disebutkan oleh Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI):
 

  1. Apakah Anak Anda memiliki ketertarikan pada anak-anak lain?

  2. Apakah Anak menunjuk pada hal yang disukai?

  3. Apakah Anak Anda mau menatap mata Anda lebih dari 1-2 detik?

  4. Apakah Anak Anda mau meniru ucapan, ekspresi wajah, atau pun gerak-gerik Anda?

  5. Apakah Anak Anda bereaksi ketika namanya dipanggil?

  6. Apakah Anak Anda mau melihat ke arah benda yang Anda tunjuk?

  7. Apakah Anak Anda pernah bermain pura-pura/role play?

 
*Jika Anda menjawab ‘tidak’ untuk minimal 2 dari pertanyaan, maka Anda perlu segera berkonsultasi ke psikolog atau ahli tumbuh kembang anak.
 
Untuk Orang Tua
Mengetahui gejala autisme pada anak sejak dini membantu anak mendapatkan penanganan yang tepat sehingga anak dapat memiliki hidup lebih baik dan mandiri.
 
 
Baca juga:
Mengenali Tanda Autisme pada Anak
Terapi Yoga Anak dengan Autisme di Kids Yoga Jakarta
Pembagian Spektrum Autisme dan Penyebabnya
Terapi Autisme Sejak Usia Bayi
Aplikasi untuk Anak dengan Autisme
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

7 Ciri Autisme

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia