7 Tanda Pernikahan Toxic


 

Anda tentu mengharapkan bisa menjalani berbagai mimpi berdua dengan pasangan, saling mendukung, dan saling mengasihi setelah menikah. Akan tetapi, hal sebaliknya terjadi ketika Anda berada di pernikahan yang toksik. Psikolog Rosdiana Setyaningrum, M.Psi., MHPEd, mengatakan bahwa hubungan yang toksik dapat membuat salah satu atau kedua pasangan di dalamnya merasa tidak aman.

Bagaimana mengenali apakah suatu hubungan pernikahan disebut toksik atau tidak? Berikut ini tanda-tandanya:

1. Pasangan Terlalu Kritis
Joel Block, Ph.D., psikolog dan penulis The 15-Minutes Relationship Fix berpendapat bahwa dalam hubungan yang toksik, pasangan selalu memberikan kritik tajam pada Anda atas banyak hal. Kritik tersebut bersifat menjatuhkan dan membuat Anda kehilangan kepercayaan diri.

2.         Pasangan Dominan dan Mengontrol
Dr. Tony Ortega, PsyD, psikolog klinis di New York, AS, mengatakan bahwa pasangan yang toksik punya kecenderungan untuk menjadi pihak yang dominan dan mengontrol Anda. Hal tersebut berasal dari kecemasan yang ada di dalam dirinya. Ia akan mengatur tentang bagaimana Anda harus berpenampilan, dengan siapa Anda harus berteman, atau tentang boleh atau tidaknya Anda bekerja setelah menikah, dan lainnya. Kontrol ini mengatasnamakan kebaikan bagi Anda dan membuat Anda berada di posisi harus “membalas budi”.
3.         Anda Kehilangan Self-Esteem
Lebih lanjut, Ortega mengungkapkan bahwa pasangan yang toksik tidak akan memberikan motivasi emosional. Mereka tanpa Anda sadari mengeluarkan pernyataan atau sikap yang mengecilkan Anda. Kritik yang terlalu tajam dan kurangnya apresiasi akan membuat Anda perlahan kehilangan self-esteem.
4.         Anda Konsisten Menghindari Masalah yang Penting
Salah satu ciri hubungan toksik menurut Joel yang sering tidak disadarai adalah Anda akan menghindari masalah agar tidak memunculkan konflik. Sebab, sering kali di pikiran Anda, keterbukaan untuk menyelesaikan masalah justru akan menghadirkan konflik emosional yang dipenuhi dengan amarah, kebencian serta emosi negatif lain, dan ada kalanya pasangan justru menyerang balik Anda.  

5.         Tidak Pernah Ada Solusi
Joel mengatakan bahwa hubungan yang toksik tidak pernah memberi solusi bagi setiap masalah. Sebab, pasangan yang toksik akan terus mengambinghitamkan pasangannya sendiri atas setiap masalah yang ada.

6.         Anda Merasa Kurang Kasih Sayang
Menurut Ortega, hubungan yang toksik dipenuhi dengan cinta bersyarat. Pasangan yang toksik akan selalu menerima Anda dengan syarat tertentu, misalnya Anda harus patuh, harus tampil cantik sesuai versinya, dan juga harus punya pencapaian sesuai standarnya. Tidak ada cinta tulus di dalamnya. Cinta bersyarat membuat Anda merasa kurang kasih sayang karena tidak diterima atas siapa diri Anda yang sebenarnya.

7.         Rasa Ketidakpastian yang Besar
Anda tidak bisa memprediksi apa yang akan Anda hadapi dengan pasangan yang toksik. Ia bisa saja tiba-tiba marah atas apa yang Anda lakukan dan menyalahkan Anda. Anda juga khawatir terhadap apa yang akan terjadi ketika Anda tidak bisa memenuhi standarnya. Semua hal itu membuat Anda menghadapi berbagai kecemasan lantaran merasa bahwa banyak hal yang tidak pasti bisa saja terjadi.
Rosdiana mengatakan bahwa pola hubungan yang toksik bisa terjadi sangat perlahan dan tanpa disadari oleh korbannya. Ketika Anda merasa semakin tidak aman dan tidak nyaman, jangan ragu untuk mencari bantuan dengan melakukan konseling.
 
Baca juga:
6 Kebiasaan yang Dapat Merusak Hubungan
6 Kebiasaan yang Dapat Merusak Hubungan
6 Trik Meremajakan Hubungan Suami-Istri
6 Dampak Buruk Gadget Bagi Hubungan
Kuis: Seberapa Dalam Anda Mengenal Pasangan?
 

(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY

 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia