8 Kebaikan yang Didapat Laki-laki Setelah Menjadi Papa


 

Bagi banyak orang, pernikahan dan kehadiran anak membuat laki-laki harus megikhlaskan beberapa hal yang dulu menjadi keistimewaannya, misalnya saja mengurangi nongkrong bersama teman, melakukan hobinya, atau tidak teratur dalam keuangan.
 
Tak sedikit juga yang menyebut bahwa ketika menjadi seorang Papa, laki-laki harus bekerja semakin keras. Ia harus membagi waktunya antara pekerjaan, dengan istri dan anak-anak.
 
Semua itu memang tidak salah. Akan tetapi, transformasi tersebut tidak selamanya menyeramkan. Wayne Parker, pembicara dan pelatih pengasuhan serta penulis buku Power Dads: The Ten Basic Principles Successful Father Use to Raise Responsible and Happy Children, mengatakan bahwa seorang laki-laki justru akan mendapatkan beberapa kebaikan setelah ia menjadi Papa, di antaranya:


1. Kesehatan Pribadi yang Meningkat

Bagaimana bisa? Peran sebagai Papa akan membantu laki-laki membuat pilihan yang lebih baik. Mereka misalnya mulai mengurangi atau menghilangkan aktivitas merokok, kebiasaan makan makanan cepat saji dan lebih memilih makan masakan rumah yang sehat. Memiliki keluarga artinya membuat seorang laki-laki merasa bertanggung jawab untuk pulang dalam kondisi sehat. Inilah yang membimbing mereka memilih gaya hidup yang lebih sehat juga.

2. Membuat Lebih Aktif

Bila sebelum menjadi Papa, sebagian laki-laki menonton TV atau bermain game di ponsel setelah pulang kerja, kini mereka punya aktivitas bermain dengan anak-anak atau punya rutinitas bangun di malam hari. Mereka juga bisa mengisi akhir pekan dengan mengajak anak-anak berjalan-jalan ke taman.

3. Kesehatan Mental Meningkat

Berbeda dengan perempuan yang mengalami penurunan kesehatan mental paskamelahirkan, Papa tidak demikian. Laki-laki yang berada dalam hubungan keluarga yang sehat cenderung tidak memiliki masalah kesehatan terkait stres.

4. Lebih Bisa Merawat

Laki-laki yang sudah menjadi Papa akan mengembangkan kemampuannya untuk merawat dengan lebih baik. Hal ini tidak hanya berlaku untuk merawat diri anak-anaknya saja. Mereka menjadi lebih peduli dan bisa merawat pasangan, teman, maupun rekan kerjanya.

5. Risiko Depresi Klinis Lebih Rendah

Pria yang hidup sendiri memiliki risiko depresi dan bunuh diri yang jauh lebih tinggi daripada pria menikah dengan anak-anak. Penelitian dari Harvard Men's Health Watch menunjukkan bahwa pria yang menikah lebih sehat daripada mereka yang tidak menikah, bercerai, atau duda.

6. Progres di Kantor

Siapa yang bilang bahwa punya anak hanya akan membuat Papa terbebani secara pekerjaan? Justru, Papa sering kali merasa nyaman dan percaya bahwa mereka dapat bekerja dengan lebih baik di tempat kerja setelah punya anak. Hal ini sehubungan dengan lebih banyaknya dukungan untuk memenuhi kebutuhan anak dan harapan memiliki hubungan yang lebih baik dengan mereka.

7. Peningkatan Kemampuan Mengatasi Stres

Laki-laki dikenal lebih sering menghindari stres daripada menghadapinya. Akan tetapi, laki-laki yang sudah menjadi Papa cenderung memiliki keterampilan mengatasi stres yang lebih baik di semua bidang kehidupan, bukan hanya di rumah. Papa yang memiliki hubungan baik dengan anak-anak mereka mengalami peningkatan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.

8. Seks Lebih Baik

Banyak juga yang mengatakan bahwa setelah punya anak, seks menjadi tantangan. Justru, seorang laki-laki cenderung lebih menikmati sosok pasangannya setelah ia melahirkan. Hal ini membuat ikatan antara suami dan istri diperkuat dan akhirnya meningkatkan kepuasan seksual.
 
Baca juga:
Gaya Pengasuhan Papa pada Anak Laki-laki
7 Hal Penting Ini Perlu Papa Berikan Pada Anak Laki-Laki
10 Kelebihan Anak Jika Papa Terlibat Mengasuhnya
8 Gerakan Olahraga untuk Papa dan Anak
Cara Papa Mengajarkan Anak Disiplin
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: UNSPLASH

 

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

8 Kebaikan yang Didapat Laki-laki Setelah Menjadi Papa

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia