Apa Itu Mindful Parenting?


Mindful parenting adalah proses pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua dengan kesadaran penuh dalam memberikan perhatian dan tidak memberikan penilaian negatif terhadap perilaku anak.

Kesibukan dan rutinitas sehari-hari tanpa disadari membuat kita melakukan semuanya dengan mode: Auto Pilot! Artinya semua tampak berjalan dengan sendirinya tanpa banyak melibatkan kesadaran penuh dari diri kita sendiri. Padahal, penting bagi kita sebagai orang tua untuk menjalankan hari dengan penuh kesadaran atau mindfuI.

Menurut psikolog dan psikoterapis, Corinne Sweet, mindfulness adalah mengenai keberadaan diri kita yang sepenuhnya untuk saat ini. Mengenai menyadari detik ini, bagaimana perasaan kita, apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan, tanpa kritik dan penilaian. Sehingga kita bisa menyadari dan merasakan apa yang terjadi di tubuh dan lingkungan sekitar kita, termasuk keadaan anak-anak.

Dalam menjalankan peran sebagai orang tua, dibutuhkan juga Mindful Parenting. Salah satu penanda kita sudah berada dalam tahap mindful atau sadar adalah tidak lagi reaktif terhadap perilaku anak atau kejadian tak terduga sehari-hari.

Misal, anak Anda yang berusia 2 tahun membuka kulkas lalu menumpahkan susu ke lantai. Salah satu respon reaktif dari orang tua adalah berteriak atau memarahi anak karena membuat lantai rumah kotor.

Bila Anda sudah dalam kondisi mindful, Anda akan merespon dengan lebih tenang dan penuh kesadaran karena tahu ia baru berusia 2 tahun dan membantu anak untuk mencapai apa yang ia inginkan.

Menurut Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., psikolog anak dan keluarga, Mindful Parenting sebetulnya adalah kedekatan yang berkualitas. Bisa dilakukan oleh orang tua seperti memberikan pelukan pada anak, menatap mata anak, mendengarkan dan memberi respon terhadap pertanyaan dan pernyataan yang diajukan anak. Tidak hanya sekadar reaksi saja, tetapi respon. Mindful Parenting ini dapat membuat anak merasa bahwa ia didengarkan, dihargai, disayangi, dan dipahami oleh orang tua. Mindful Parenting dapat membantu mengurangi hiperaktivitas dan kenakalan pada anak karena anak cenderung lebih menurut.

Selain bermanfaat bagi anak, Mindful Parenting juga membawa kebaikan bagi orang tua. Seperti orang tua menjadi sangat mudah menjalin kedekatan dan pemahaman yang lebih baik dengan anak. Orang tua akan lebih kenal pada anaknya sendiri dan dapat mengekspresikan rasa cintanya sehingga menjadi orang tua yang lebih bahagia.

Beberapa hal yang dapat membantu orang tua untuk menerapkan Mindful Parenting, antara lain:

  1. Sadari perasaan diri sendiri ketika ada konflik dengan anak.

  2. Belajar untuk berhenti sejenak sebelum orang tua merespon dengan amarah.

  3. Mendengarkan sudut pandang anak, walaupun orang tua mungkin tidak sependapat dengan penjelasannya.

Ketiga hal tersebut dapat membantu orang tua agar tidak selalu reaktif terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan atau perilaku anak yang kurang diharapkan. Ketika orang tua (sebagai pihak yang lebih dewasa) mampu menerapkan hal tersebut, diharapkan anak dapat mencontoh dan mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dengan lebih baik.

Setiap orang tua dapat menerapkan Mindful Parenting ini. Hanya saja, kemampuan seseorang untuk berada dalam situasi mindful memang bukan hal yang dapat secara langsung tercapai. Dibutuhkan kemauan dan latihan rutin untuk bisa mencapai kondisi Mindful Parenting ini.

Lakukan latihan rutin setiap hari dengan cara diam sejenak (misal 5 menit) untuk merasakan, menyadari, tanpa menilai apa yang sedang terjadi pada diri dan sekitar kita.

Beri waktu untuk diri kita mengatur napas, membuat diri kita dalam kondisi relaks, dan melepaskan pikiran yang berlarian di kepala. Lakukan setiap hari secara bertahap, dimulai dari 5 menit, 10 menit, 20 menit, dan seterusnya.
 

(YENNY GLENNY)
FOTO: FREEPIK

 

 

Baca juga:
Pola Asuh Baik untuk Anak
5 Tipe Pola Asuh Anak
Perbedaan Pola Asuh Anak

 
   

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia