Jangan Asal Ngambek! Kenali Bahasa Cinta Pasangan Anda



 

Pernah tidak merasa tidak puas dalam hubungan pernikahan lantaran Anda meyakini bahwa pasangan Anda tidak bisa mengerti Anda? Dia tidak benar-benar mengenaliku, pikir Anda. Awalnya, Anda mungkin bersabar, mencoba menerima, dan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Anda mungkin masih punya keyakinan bahwa pasangan Anda akan berubah.
 

Tapi, tahun-tahun berlalu, perubahan sikap yang Anda harapkan tak kunjung datang. Suami Anda tetap saja tidak bisa mengerti Anda, pikir Anda. Hati Anda pun merasa dingin. Bila perasaan itu dibiarkan terus menumpuk, Anda mungkin saja merasa tidak dicintai dan jengah dengan hubungan pernikahan Anda.
 

Berdampak Pada Anak
 

Ratih Ibrahim, Psikolog Klinis, CEO dan Founder Personal Growth, mengatakan bahwa pernikahan seperti tersebut akan memiliki dampak negatif pada pengasuhan anak. “Kalau bapak-ibunya cintanya nggak ada, yang terjadi pertengkaran, permusuhan, diam-diaman, orang tuanya relasinya jadi sangat toxic. Jadi, orang tuanya bisa jadi toxic parent,” jelasnya.
 

Dasar Perasaan Tidak Dimengerti

Ratih mencoba menjelaskan apa alasan yang mendasari seseorang merasa tidak dicintai oleh pasangannya. “They are not communicate in the same language,” tandasnya. Ratih menegaskan bahwa language yang dimaksud di sini bukanlah perbedaan bahasa ibu sehari-hari saat berbincang dengan pasangan, melainkan bahasa cinta. Bahasa cinta adalah ungkapan yang digunakan oleh seseorang sebagai ekspresi kasih sayang. Setiap orang memiliki bahasa cinta dominan masing-masing. Oleh karenanya, belum tentu di dalam satu pernikahan, Anda dan pasangan memiliki bahasa cinta yang sama.
 

Love language bukan just the word: aku sayang kamu, aku cinta kamu,” ujar Ratih. Menurut Ratih, alasan mengapa seseorang merasa tidak dimengerti pasangannya adalah karena pasangannya memiliki bahasa cinta yang berbeda. Pasangannya tidak mengungkapkan kasih sayang sebagaimana orang tersebut inginkan. Alhasil, ia tetap merasa tidak terpuaskan.
 

Mengenal Bahasa Cinta
 

Seperti yang sudah disebutkan bahwa bahasa cinta itu bisa berbeda-beda di setiap orang, mari kita kenali apa saja bahasa cinta itu!
 

  • Words of Affirmation: Orang dengan bahasa cinta dominan tipe ini menyatakan kasih sayang dan ingin menerima ekspresi cinta dengan kata-kata positif seperti pujian atau yang membuatnya merasa berharga. Kalimat, “aku sayang kamu”, “kamu cantik”, “kamu ibu yang hebat” adalah hal-hal yang bisa membuatnya merasa dimengerti dan dicintai. Kata-kata negatif adalah hal yang sangat menyakitkan yang membuat mereka merasa ditolak.
     

  • Quality Time: Bagi orang dengan bahasa cinta dominan tipe ini, waktu bersama yang berkualitas adalah segalanya. Duduk berdua tanpa melakukan apa pun, pergi berjalan-jalan menikmati hari, atau bersepeda bersama tanpa gangguan membuatnya merasa dicintai. Oleh karenanya, mereka merasa diabaikan dan tidak dimengerti ketika pasangannya selalu sibuk dan tidak bisa meluangkan waktu bersama.
     

  • Receiving Gifts: Orang dengan tipe bahasa cinta dominan ini akan menunjukkan kasih sayangnya dengan cara menghujani orang terkasihnya dengan hadiah. Dan, dengan cara itu jugalah ia ingin dicintai oleh pasangannya. Hadiah membuatnya yakin bahwa pasangannya sangat mengerti ia. Bukan matre, hadiah tidak selalu harus sesuatu yang mahal. Bahkan, surat cinta kecil atau bunga yang dipetik dari pekarangan rumah dan diberikan pita kecil untuk diletakkan di samping bantalnya saat ia bangun tidur saja, sudah bisa membuatnya sangat dicintai. Oleh karenanya, tidak pernah atau jarang menerima hadiah dari pasangan membuatnya merasa tidak dimengerti oleh pasangan.
     

  • Acts of Service: Kata-kata tidak begitu berarti bagi orang dengan tipe cinta ini. Bagi mereka yang paling penting adalah “talk less, do more.” Mereka akan sangat merasa dimengerti dan dicintai ketika pasangannya memberikan bantuan seperti mencuci piring, membuatkan minuman tanpa diminta, atau bahkan membantu menata rambutnya. Intinya adalah, tanpa diminta lebih dulu. Mereka merasa tidak dipahami ketika tidak pernah mendapat “pelayanan” yang tulus dari pasangannya.
     

  • Physical Touch: Orang dengan tipe ini akan menunjukkan afeksinya dengan menyentuh pasangannya, seperti mengusap pipinya, memeluk, atau mengelus rambut. Ini juga merupakan cara di mana ia ingin dicintai. Ia akan merasa ditolak ketika pasangannya enggan melakukan sentuhan-sentuhan fisik sebagai bentuk afeksi.
     

Menurut Ratih, setiap orang bisa memiliki lebih dari satu bahasa cinta ini. “Kita butuh lima-limanya. Tapi ada yang dominan salah satu,” jelasnya. Oleh karenanya, saling mengobservasi bahasa cinta pasangan akan membuat hubungan jadi lebih baik.

 

Baca juga:

Kesalahan Umum Merespons Masalah Pasangan yang Paling Sering Terjadi

16 Bentuk Respect yang Sehat pada Pasangan

Kuis: Seberapa Dalam Anda Mengenal Pasangan?

Makin Kesal dengan Pasangan Selama #dirumahsaja? Ini 7 Alasannya

7 Hal Yang Seharusnya Tidak Dikatakan pada Pasangan

 

(LELA LATIFA)

FOTO: FREEPIK

 

 

 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Jangan Asal Ngambek! Kenali Bahasa Cinta Pasangan Anda

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia