Mama Mengemudi Sendiri? Pastikan Balita Mama Nyaman di Car Seat




Mungkin di antara Mama dan Papa ada yang berpikir, “Dekat, kok, tujuan bepergian ini dari rumah,” atau “Dia nggak akan nyaman di car seat kalau sendirian, kan saya nyetir di depan.” Atau, “Wah, kasihan dia nggak ada yang nemenin di belakang.” Atau, “Saya nyetirnya hati-hati dan pelan-pelan, kok. Lagipula jalanannya nggak ramai.”
 
Sehati-hati apa pun kita mengemudi atau sedekat apapun jarak yang kita tempuh, tetap saja harus memenuhi keselamatan untuk buah hati kita. Department of Pediatrics dari Eastern Virginia Medical School menekankan pentingnya balita harus menggunakan safety seat dengan posisi menghadap depan paling tidak sampai usia lima tahun.
 
 
Yang Perlu Mama-Papa Tahu tentang Car Seat

  • Anak-anak wajib menggunakan car seat
“Lho, anak saya sudah gede, kok, sudah bisa duduk sendiri dengan tegak.” Hal itu bukan berarti membuat balita mendapat keringanan untuk tidak duduk di car seat. Di Indonesia, UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan memang belum mewajibkan penggunaan car seat pada bayi dan anak-anak. Namun di negara-negara seperti Amerika Serikat atau Eropa, penggunaan car seat diatur sangat ketat.
 
Di negara-negara tersebut penggunaan car seat ditentukan berdasarkan tinggi badan Anak. Inggris, misalnya, punya peraturan bahwa anak dengan tinggi di bawah 135 cm wajib duduk di car seat selama perjalanan. Beberapa negara, tinggi anak 150 cm sebagai patokan untuk kewajiban menggunakan car seat.
 
Nah, berapa tinggi badan si kecil, Ma?
 
  • Anak itu penumpang VIP
Kehadiran anak kita adalah sebuah anugrah luar biasa yang ditunggu-tunggu kehadirannya. Maka dari itu, anggap dia adalah penumpang VIP yang duduknya harus di belakang, bukan di samping bangku sopir. Letakkan car seat di bangku belakang.
 
Duduk di depan memiliki risiko yang cukup besar untuk terpental keluar kaca mobil jika terjadi kecelakaan. Posisi ini juga sangat tidak aman bagi mobil yang punya air bag.
 
 
Nyaman Pergi ke Mana Pun dengan Car Seat
Anak mungkin menolak untuk duduk di car seat. Ia akan merengek minta duduk di samping Mama karena tidak mau duduk di belakang sendirian. Kerewelan anak tentu dapat mengganggu konsentrasi Mama mengemudi. Tapi Mama harus tetap fokus.
 
Beberapa tip selama perjalanan menuju sekolah bersama balita ini bisa dicoba untuk Mama yang mengemudi sendirian.
  • Putarkan lagu favorit anak selama perjalanan
Buatlah perjalanan menyenangkan untuknya. Apalagi jika jarak dari rumah ke tujuan cukup jauh. Memutar lagu favoritnya bisa membuatnya terhibur. Mama juga bisa bernyanyi bersama anak sembari tetap fokus mengemudi.
 
  • Siapkan camilan
Makan mungkin bisa mengalihkan kebosanannya. Pilihlah camilan sehat yang praktis seperti buah yang tinggi kalori, yakni pisang atau apel.
 
  • Siapkan portable travel tray
Untuk anak yang suka membaca atau menggambar, Mama bisa meletakkan beberapa buku di sampingnya atau pensil warna untuk memudahkannya mengambil sendiri saat perjalanan. Portable travel tray akan membantu membuat barang-barang tersebut lebih terorganisir.
 
  • Teropong! Buat perjalanan ke sekolah terasa seperti petualangan
Membawa sebuah teropong bisa jadi ide yang menarik. Balita bisa meneropong apa yang terjadi di luar jendela kendaraannya. Mama juga bisa meresponsnya sambil berimajinasi sedang berpetualang. Anak tentu akan senang bisa menikmati pengalaman visual baru melalui teropong.
 
  • Ajak anak membaca informasi tentang pentingnya menggunakan car seat
Buku bergambar atau video tentang keamanan berkendara dengan duduk di carseat. Hal ini akan membantunya memahami bahwa bukan tanpa alasan Mama melarangnya duduk di samping Mama.
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Mama Mengemudi Sendiri? Pastikan Balita Mama Nyaman di Car Seat