Manfaat 17 Pelukan Sehari

Ada banyak bukti yang bisa Anda tunjukkan pada anak bahwa Anda mencintainya. Misalnya, waktu untuk bermain bersama, kata-kata yang mendukung, atau bahkan sekadar pelukan. Menurut Gary Chapman dan Ross Campbell, M.D. dalam bukunya The Five Love Languages of Children, salah satu wujud cinta dan sayang yang paling umum dilakukan adalah memeluk dan mencium.

Tak hanya murah meriah, pelukan sudah terbukti memberi banyak manfaat bagi anak atau orang tua. Untuk anak, pelukan bisa merangsang perkembangan sel otak, mengurangi stres, membantu membangun konsep diri yang positif, mengurangi emosi negatif (seperti kesepian, cemas, dan frustasi), serta membantu mengatasi rasa takut. Bagi orang tua, pelukan memberi rasa nyaman, ingin melindungi, dan menyayangi.
 
Ternyata, memeluk anak memerlukan teknik khusus. Ini dia beberapa di antaranya:

  • Peluk dengan cara berlutut atau menunduk. Dengan cara ini, Anda dan anak akan berada dalam posisi sama tinggi atau sejajar.
  • Waktu berpelukan. Pelukan, meski dilakukan singkat sekali pun, tetap memiliki manfaat. Tapi, banyak penelitian menunjukkan, waktu ideal pelukan yang bermanfaat bagi perkembangan fisik dan mental anak adalah sekitar 5 detik atau lebih.

Jumlah pelukan dalam sehari.
Konon, penelitian menyebutkan bahwa seorang anak memerlukan 17 pelukan dalam sehari untuk mendukung masa pertumbuhannya. Terlalu banyak? Tidak juga, kalau Anda telah membiasakan diri sejak anak masih bayi.

Memeluk saat tidur. Saat anak tertidur, ini bukan berarti Anda tak boleh menyentuhnya. Justru, peluklah saat ia tidur. Meski pun berada di alam bawah sadar, pelukan orang tua saat anak tidur tetap bisa memperkuat bonding antara Anda dengannya. Hal ini karena anak-anak masih berada dalam gelombang alpha saat tertidur, di mana mereka masih bisa menerima rangsangan dan getaran dari perasaan cinta dan kasih sayang orang tuanya.

 





Video

The Power Duo Business + Parenthood


Polling

Manfaat 17 Pelukan Sehari

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia