Ramai Siaran Tentang Kerusuhan, Bolehkah Anak Menonton TV?

 

Belakangan siaran TV banyak diisi dengan berita tentang kerusuhan: demonstrasi yang berujung ricuh, maupun konflik di daerah. Siaran-siaran tersebut mungkin saja muncul saat Anda dan anak-anak berada di depan TV. Psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Anna Surti Ariana, S. Psi., M.Si., menegaskan bahwa anak-anak sebaiknya tidak dilibatkan menonton berita tersebut.
 
Dampak Berita tentang Kerusuhan
Sering kali orang tua merasa perlu mengikuti berita yang mereka anggap penting. Oleh karenya, TV dibiarkan menyala agar mereka bisa mendapatkan informasi. Alhasil, anak-anak yang juga berada di sekitar TV pun ikut melihat dan mendengar konten berita, termasuk tayangan tentang kerusuhan.
 
Orang tua barangkali berpikir tidak ada yang salah dari berita. Toh, program berita umumnya memiliki kategori Semua Umur (SU) serta Bimbingan Orang Tua (BO) yang artinya bisa disaksikan anak usia 5-12 tahun. Akan tetapi, Nina berpendapat bahwa menonton berita bagi anak-anak kecil punya dampak tertentu.
 
“Anak-anak belum butuh berita. Kadang berita malah membuatnya ketakutan,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Apalagi, berita itu, kan, real ya, betul-betul kejadian, bukan hanya film. Film yang fiktif saja bisa membuat anak-anak takut, apalagi berita yang merupakan kenyataan.”
 
Syarat Mendampingi Anak Menonton
Nina menyebut bahwa anak-anak yang usianya sudah lebih besar seperti usia SD, memang sudah lebih aman bila ingin menonton berita bersama. Akan tetapi, orang tua punya tugas untuk mendampingi mereka dan menyediakan waktu untuk diskusi bila ada berita yang dianggap bisa memancing reaksi emosi anak.
 
Tak hanya itu, Nina juga menekankan pentingnya mempertimbangkan temperamen bawaan anak. “Walaupun anak SD sudah dikatakan bisa menonton berita, akan tetapi anak yang cenderung sensitif dan mudah takut, sebaiknya tetap tidak menonton berita.” Ia menambahkan, “Kalau anak tiba-tiba bertanya, matikan saja dulu tayangan beritanya. Dengarkan pertanyaannya dan coba jawab dengan kata-kata sederhana dan tidak membuat ia tambah takut.”
 
“Kita seringkali tidak tahu video atau gambar apa yang akan ditayangkan oleh stasiun TV. Jadi sebaiknya tidak menonton berita saja kalau ada anak. Matikan atau ganti dengan channel non berita,” saran Nina.
 
Perlukah Melarang?
Sekalipun anak-anak tak sebaiknya diizinkan menonton berita, bukan berarti orang tua harus menegaskan bahwa mereka dilarang untuk nonton berita. “Tidak perlu highlight bahwa anak tidak boleh nonton berita, karena nanti malah tambah penasaran.”
 
Nina menyarankan, bila anak-anak tiba-tiba datang saat Anda sedang menonton berita, sebaiknya matikan saja TV-nya. “Katakan bahwa TV dimatikan karena Mama ingin main atau ngobrol dengan anak,” ujarnya. Bila anak tetap ingin nonton TV, maka ganti dengan program selain berita atau tayangan khusus anak.
 
 
Baca juga:
Alasan Jangan Ada TV di Kamar Anak
Pilih Tayangan TV & Video Games Untuk Anak
Kegiatan Alternatif Anak Selain Nonton TV
Dampingi Anak Saat Menonton TV
Berapa Durasi Ideal Anak Nonton TV Sehari?
 
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: FREEPIK
 

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

Ramai Siaran Tentang Kerusuhan, Bolehkah Anak Menonton TV?

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia