Rambu-Rambu Mengajak Anak Berenang

bagaimana agar anak tidak tenggelam


Anak-anak biasanya suka bermain air. Tapi Anda perlu waspada, terutama jika membawa anak bermain di kolam renang ataupun sungai dangkal sekalipun. Mengutip dari safekids.org, Wahyu S. Minarto, S.T., B.Eng (Paman Billie), Inisiator Safekids Indonesia, menyebutkan fakta-fakta kecelakaan pada anak berkaitan dengan air di Amerika Serikat. Fakta pertama, tenggelam adalah penyebab tertinggi kematian akibat kecelakaan pada anak usia 1-4 tahun. Fakta lainnya yang patut kita jadikan pengingat, kata Billie, “Tenggelam terjadi hanya dalam hitungan detik dan sebagian besar secara diam-diam atau luput dari pengawasan. Di mana ada akses ke air, maka risiko tenggelam selalu ada.”
 
Waspada dan Lakukan Pencegahan
Ketika membawa anak berwisata air, Billie menyarankan beberapa hal berikut ini perlu Anda lakukan.

  • Amati keamanan lokasi wisata air (amati kondisi kolam renang dan perhatikan di mana letak life guard).
  • Amati aktivitas anak ketika di dalam air.
  • Pastikan Anda sudah membekali anak dengan keterampilan renang (namun tetap diamati saat berenang, karena banyak unsur penyebab tenggelam yang tidak hanya karena anak tidak dapat berenang).
  • Ingatkan anak untuk berjalan, jangan berlari di sekitar kolam yang bisa menyebabkan cedera karena terpeleset.
  • Jangan pernah membiarkannya berenang sendirian (seandainya harus sendiri, dan Anda yakin dia benar-benar sudah bisa berenang, minta anak berada di dekat pos life guard yang bertugas).
  • Sebaiknya anak berenang dengan swim buddy (teman atau saudara), agar bisa saling mengawasi dan tidak bermain gendong di dalam air terutama air dalam.
  • Anak harus selalu dalam pengawasan orang dewasa dan life guard saat berenang.
  • Jika Anda perlu meninggalkan kolam dan anak belum dapat berenang, sebaiknya ajak anak untuk berhenti berenang, dan ajak anak bersama Anda atau tunggu dengan orang dewasa lain yang bisa bertanggung jawab sampai Anda kembali.
  • Ingatkan anak untuk tidak saling mendorong atau bermain gendong di sekitar kolam renang.
  • Larang anak bermain menahan napas paling lama di dalam air, tanpa pengawasan.
  • Alat tambahan seperti pelampung tidak menjamin anak selamat 100% karena alat tersebut bisa gagal (lepas, mengempis, bocor). Cek kembali alat-alat yang akan digunakan.
Baca juga: Bahaya Dry Drowning Saat Anak Berenang
 
Bagaimana jika ingin mengajak anak bermain di sungai, perairan sekitar curug (air terjun), atau laut? Sedangkal apa pun airnya, Anda tetap perlu hati-hati, ya, Ma dan Pa…. Perhatikan kedalaman, arus, ombak, dan suhu air. Jika arusnya terlihat kencang dan suhu sungai dingin, misalnya, sebaiknya tidak main di situ. Tanyakan penduduk sekitar atau life guard yang bertugas berkaitan dengan kondisi sungai atau laut. Jika life guard mengatakan tidak aman untuk anak-anak atau Anda sekalipun, sebaiknya Anda patuhi.
 
Jangan biarkan anak main di sungai atau laut sendirian, namun ia selalu bersama Anda (gandeng tangannya) atau keluarga yang benar-benar bisa menjaga dan berenang. Berjalan di bebatuan sekitar sungai juga perlu waspada. Lumut yang menempel pada batu bisa menyebabkan tergelincir karena licin. Pastikan juga sungai dan laut aman dari hewan-hewan berbahaya. 
 
Dari semua penjelasan di atas, “Kuncinya: awasi anak!” tegas Billie.
 
Jika Anak/Orang Lain Tenggelam
Kita tidak pernah berharap anak kita atau siapa pun dalam keluarga kita mengalami kecelakaan tenggelam. Namun, jika hal itu terjadi, Billie mengingatkan kita untuk berhati-hati dan melakukan langkah-langkah berikut ini:
  • Pikirkan kembali saat ingin menolong, jangan sampai kita menjadi korban juga karena kurangnya kemampuan kita dalam menyelamatkan korban tenggelam.
  • Teriak meminta bantuan (life guard atau orang terdekat dari korban tenggelam tersebut yang memiliki kemampuan berenang).
  • Jangkau anak/korban menggunakan alat, misalnya kayu panjang, melempar pelampung/floating board atau barang yang mengapung yang cukup besar agar dapat menopang tubuh korban tenggelam.
  • Jika harus turun ke kolam, jangan melompat karena dapat menyebabkan gelombang air yang akan memperparah kondisi korban (korban dapat menjauh dari jangkauan pertolongan atau dari alat yang dilemparkan atau bahkan korban dapat tenggelam lebih lama lagi akibat gelombang air yang menerpa).
 
Baca juga:
Agar Anak Terhindar dari Bahaya Tenggelam Saat Berenang
Hindari Risiko Tenggelam Saat Bayi Mandi
(Lebih) Aman Saat Berenang
 
grc
Foto: Shutterstock
a


Topic

#keluarga #safety

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia