Smiling Depression, Pura-Pura Bahagia Padahal Menderita

apa yang dimaksud dengan smiling depression


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan hampir 265 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi. Nyatanya, tidak semua orang terlihat sedih ketika mereka mengalami depresi. Bila depresi umumnya ditandai dengan kesedihan, keputusasaan, atau tampak tak berenergi, maka smiling depression adalah sebaliknya.
 
Orang yang mengalami smiling depression tampak bahagia dan optimistis di luar. Mereka tak terlihat memiliki masalah yang membebani hidupnya. Bahkan orang-orang yang mengenal mereka di tempat publik memandang kehidupan mereka baik-baik saja atau bahkan tampak sempurna karena mereka selalu memperlihatkan kebahagiaan.  
 
Baca juga: Sering Dituntut Serba Sempurna, Ini Tip Menjadi Ibu Bahagia dari Psikolog
 
Tak hanya itu, bahkan orang dengan smiling depression juga masih menunjukkan fungsi atau kinerja yang baik. Mereka juga tetap aktif terlibat dalam kehidupan sosial. Padahal di balik semua itu mereka sebetulnya sedang berjuang dengan depresi yang dirasakannya.
 
Yang Berbahaya dari Smiling Depression
Menurut Amy Morin, LCSW, psikoterapis dan penulis buku 13 Things Mentally Strong People Don’t Do, Smiling Depression terjadi ketika seseorang bersembunyi di balik senyuman untuk meyakinkan orang lain bahwa mereka bahagia. “Akibatnya, jenis depresi ini sering tidak terdeteksi karena ketika kebanyakan orang membayangkan individu yang depresi,” tuturnya. Inilah yang menjadi hal berbahaya dari smiling depression
 
Melansir dari good therapy, lantaran menutupi depresinya dengan berpura-pura bahagia, sangat sedikit di antara mereka yang mendapat bantuan. Sebab, orang-orang di sekitarnya juga tak benar-benar memerhatikan apa yang sebetulnya mereka alami atau hadapi. Ini membuat risiko bunuh diri pada orang-orang dengan smiling depression meningkat.
 
Mengapa Orang yang Depresi Menutupi dengan Berpura-Pura Bahagia?
Ada beberapa penyebab mengapa seseorang yang mengalami depresi menutupinya dengan berpura-pura bahagia, antara lain:


1. Menyangkal Kondisinya Sendiri
Tidak semua orang bisa menerima bahwa mereka memiliki masalah kesehatan mental di mana mereka sampai memerlukan bantuan. Pada umumnya mereka menyangkal karena merasa hal itu tidak lah nyata.
 

2. Malu atau Takut Mendapat Stigma
Banyak stigma negatif yang harus dihadapi orang-orang dengan masalah kesehatan mental. Itulah yang membuat mereka malu atau takut sehingga menyembunyikan masalahnya.
 
Baca juga: 7 Hal yang Harus Dilakukan Setiap Ibu untuk Menjaga Kesehatan Mental
 

3. Jaga Image
Bagi orang yang telah terbiasa memiliki peran atau menduduki posisi tertentu, sulit bagi mereka untuk menunjukkan kelemahannya. Mereka berharap imagenya tetap terjaga dengan menutupi depresinya. Mereka tidak mau terlihat lemah atau tidak kredibel.
 

4. Takut Menjadi Beban bagi Orang Lain
Tidak sedikit orang yang berjuang dengan depresi merasa bahwa mereka adalah beban bagi orang-orang di sekitarnya. Oleh karenanya, untuk mengurangi peraaan tersebut, mereka berusaha untuk menyembunyikan apa yang mereka alami.
 

5. Takut akan Risiko yang Mungkin Dihadapi
Seseorang dengan depresi mungkin khawatir kehilangan pekerjaan ketika orang lain mengetahui apa yang dialaminya. Ia juga mungkin takut bahwa anak-anaknya akan tidak menghargai serta memercayainya. Itu menjadi alasan mereka menutupi depresi yang dialaminya.
 

6. Pengaruh Media Sosial
Media sosial sering kali menunjukkan kebahagian yang tidak realistis. Ketika membuka media sosial, kita sering disuguhi dengan foto-foto orang lain yang tampak bahagia dengan berlibur, mencapai prestasi, mendapatkan sejumlah harta, disayang keluarga, dan lain sebagainya.
 
Akibatnya, orang dengan depresi dapat memaknai bahwa hanya mereka satu-satunya orang yang berjuang dengan masalah kesehatan mental. Itulah mengapa mereka memilih untuk sama-sama terlihat bahagia, padahal sebetulnya tidak.
 
 
Bagaimana Mengetahui Bahwa Anda Depresi?
Depresi umumnya ditandai dengan:


- Perubahan Nafsu Makan
Bisa menjadi makan terlalu banyak atau makan terlalu sedikit. Banyak orang mengalami depresi yang menunjukkan perubahan berat badan.
 

- Perubahan Tidur
Bisa jadi selalu ingin tidur atau justru mengalami gangguan sulit tidur.
 
Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Tidur
 

- Kehilangan Minat
Orang yang mengalami depresi umumnya kehilangan minat pada apa yang sebelumnya tampak biasa mereka lakukan.
 

- Perasaan Tidak Berharga
Ini sering menyergap orang-orang yang mengalami depresi.
 
Baca juga:
Anak dan Remaja Rentan Depresi, Kenali Gejalanya
Tes Melacak Postpartum Depression (Depresi Pasca-kelahiran)
6 Mental Habit Yang Buruk
18 Kesalahan Mendidik Anak yang Berbahaya untuk Kesehatan Mentalnya
Para Ibu Sandwich Generation Rentan Alami Stres
Perasaan Bersalah Ibu Bekerja Pemicu Stres Kronis
7 Tanda Keluarga Anda Stres
4 Dampak Negatif Gadget Bagi Perkembangan Mental Anak-Anak
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#duniamama #kesehatanmental #selfcare

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Smiling Depression, Pura-Pura Bahagia Padahal Menderita

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia