7 Tip Menanamkan Growth Mindset pada Anak-anak

menanamkan growth mindset pada anak


Pernahkah anak-anak merasa tidak bisa melakukan sesuatu, hingga akhirnya berhenti di tempat dan tidak mau melanjutkan lagi? Misalnya saja dalam mengerjakan matematika, tantangan berenang, atau berhasil meluncur dengan sepatu roda. Di dalam putus asanya, mereka mungkin berpikir bahwa kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu adalah ‘takdir’ yang sudah digariskan. Sehingga, ketika mereka tidak bisa, artinya mereka sudah ditakdirkan untuk tidak bisa.
 
Padahal, kemampuan seseorang melakukan sesuatu itu bukanlah tetap, melainkan bisa dikembangkan. Peneliti dan profesor psikologi dari Standford University, AS, Dr. Carol Dweck mengatakan bahwa salah satu faktor penting untuk dapat mengembangkan sebuah kemampuan adalah keyakinan bahwa kemampuan tersebut merupakan hasil kerja keras. Dweck menyebut keyakinan tersebut sebagai growth mindset.
 
Dweck memaparkan bahwa seseorang yang punya growth mindset selalu percaya bahwa mereka dapat mengembangkan kemampuannya, sementara orang dengan fixed mindset atau percaya bahwa kemampuan tidak dapat dikembangkan. Pada dasarnya, para peneliti percaya bahwa kemampuan untuk mempelajari materi yang sulit dan menantang berasal dari keyakinan bahwa Anda bisa.
 
Nah, Mama-Papa tentu ingin anak-anak punya growth mindset, kan? Anak-anak yang punya growth mindset akan tumbuh menjadi The Resilient Kids, Si Anak Tangguh Zaman Now.
 
 
Lalu, bagaimana tip menanamkan growth mindset ini kepada anak? Anda perlu mengajarkan beberapa hal ini:
 

1. Tidak Apa-apa untuk Membuat Kesalahan
Ajarkan kepada anak bahwa tidak ada salahnya untuk mencoba sesuatu meski ia tahu betapa sulitnya dan ia memiliki ketakutan untuk gagal. Sampaikan kepadanya bahwa tidak apa-apa untuk membuat kesalahan di percobaan ini. Hal itu akan membuatnya lebih leluasa dan bebas karena merasa tidak memiliki beban dan tuntutan lain selain untuk dirinya sendiri.
 

2. Saya Harus Coba Ide dan Cara Baru
Berbagai tugas atau tantangan memerlukan strategi dan metode yang berbeda untuk diselesaikan. Kadang-kadang, anak-anak merasa stuck karena mereka tidak pernah mencoba strategi dan metode lain.
 
Oleh karenanya, ketika ia merasa buntu, cobalah pancing dengan menanyakan apakah ada cara lain yang mungkin berhasil untuk memecahkan masalah tersebut. Meskipun Anda akan tergoda untuk memecahkan masalah bagi mereka, jangan lakukan hal itu. Bantu mereka dengan melakukan brainstorming mengenai apa lagi yang bisa mereka coba untuk memecahkan masalah mereka atau menyelesaikan pekerjaan mereka.
 
Baca juga: 3 Langkah Melatih Anak Berpikiran Kritis
 

3. Tantangan Ada untuk Meningkatkan Kemampuan Saya
Kadang-kadang inilah yang membuat anak-anak berhenti. Mereka merasa tidak menemukan solusi akhir dari masalah mereka. Misalnya saja perubahan dari soal matematika kelas 3 ke kelas 4. Ajarkan mereka untuk percaya bahwa tantangan ada untuk mendorong keterampilan mereka.
 

4. Kesalahan Membantu Otak Saya Tumbuh
Dweck berulang kali mendorong guru dan orang tua untuk mengingatkan anak-anak bahwa kesalahan membantu otak mereka tumbuh. Ajarkan bahwa ketika seseorang membuat kesalahan, mereka dipaksa untuk mencari tahu dan kemudian belajar sesuatu yang baru dalam prosesnya. 
Mantra ‘Kesalahan Membantu Otak Saya Tumbuh’ tidak hanya menghilangkan rasa takut akan kemungkinan salah, tetapi juga memvalidasi upaya yang diperlukan untuk membuat kesalahan. Artinya, alih-alih memiliki  fixed mindset yang pasti akan memuji anak pintar, cara ini lebih melihat proses dan bukan hasil. Fokusnya adalah mengapresiasi atau memuji anak yang mau tumbuh dengan prosesnya. Mama-Papa juga perlu tahu 10 Pujian Terbaik untuk Anak yang akan sangat indah untuk didengar anak-anak yang sedang berusaha.
 

5. Saya Tidak Sendirian
Beritahu mereka bahwa di dunia ini mereka bukan seorang diri dalam mencoba melakukan sesuatu yang tampak sulit. Ada banyak orang lain yang juga sedang berusaha melakukannya.
 

6. Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?
Katakan bahwa ini hanyalah permulaan awal. Jika mereka segera menyerah, maka mereka melewatkan langkah pertama.
 

7. Tidak Ada Manusia Sempurna
Ini adalah hal yang penting dikatakan pada anak. Tidak ada orang yang sempurna sepanjang waktu. Lebih penting untuk mengupayakan growth mindset daripada menjadi sempurna.
 
Sekarang ini, apa tantangan terbesar si kecil yang membuatnya berasa hampir ingin menyerah, Ma, Pa?
 
Baca juga:
10 Pedoman Pengasuhan Membesarkan Anak Tangguh
Potensi Alami Ketangguhan Anak Sesuai Usia
5 Langkah Membesarkan Anak Perempuan Pemberani
4 Kesalahan Orang Tua yang Merusak Harga Diri Anak
 
 
LTF
FOTO: FREEPIK

 


Topic

#usiasekolah #parenting #pendidikan #sekolah #belajardarirumah

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia