7 Tip Mendampingi Anak Belajar di Rumah Selama Sekolah Ditutup


Sekolah sudah mengumumkan untuk “merumahkan” murid-muridnya sebagai bentuk social distancing untuk memperlambat penyebaran virus corona atau COVID-19. Anak-anak mungkin senang karena mereka tak perlu berangkat ke sekolah. Akan tetapi, ini bukan waktu untuk bersantai-santai. Karena, ini tentu saja bukan liburan.
Secara psikologis, anak mungkin punya keinginan untuk bersantai-santai di rumah. Bila ditambah lagi dengan orang tua yang juga bekerja di rumah, anak-anak barangkali akan membayangkannya sebagai sebuah hari-hari liburan yang sempurna. Akan tetapi, tentu saja mereka tak akan bisa mendapati kenyataan tersebut seutuhnya. Sebab, mereka punya kewajiban belajar dari rumah.
Nah, bagaimana tip mendampingi anak-anak belajar di rumah agar optimal?

 

1. Pakai Kata-kata yang Tepat

Ketika orang tua mendapatkan pengumuman bahwa sekolah ditutup, maka Anda perlu berhati-hati dalam meneruskan pesan tersebut pada anak. Alih-alih mengatakan, “Sekolahmu libur selama 2 minggu,” sebaiknya sampaikan, “Semua murid harus belajar di rumah selama 2 minggu.”
 
Kata “libur” dan “belajar di rumah” dapat dipersepsi dengan cara yang jauh berbeda. Ketika mendengar “libur”, anak mungkin berpikir bahwa ia bebas kewajiban belajar dan bisa santai. Sedangkan, frase “belajar di rumah” punya penekanan pada tanggung jawab yang harus mereka emban.
 

2. Tumbuhkan Suasana Produktif

Agstried Elisabeth Piether, psikolog pendidikan sekaligus co-founder Rumah Dandelion mengatakan bahwa saat ini mungkin suasananya memang seperti liburan. Terang saja, semua anggota keluarga ada di rumah. Oleh karenanya, Agstried menyebut bahwa tugas pertama orang tua adalah menyesuaikan situasi yang ada di rumah. “Tentu saja tidak bisa anak belajar persis sama seperti dengan situasi di sekolah,” ujarnya. Akan tetapi, menurut Agstried, tujuan pembelajaran harus tetap tercapai.
 
Untuk itu, menghidupkan suasana di rumah menjadi produktif menjadi sebuah langkah penting. Orang tua yang harus bekerja di rumah bisa sangat membantu lantaran bisa memberikan contoh langsung bahwa berada di rumah bukan berarti bersantai saja, melainkan harus menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan.
 
“Kalau belajar dan bekerja di rumah, akan lebih baik di ruang yang memang didedikasikan untuk bekerja atau belajar,” ujar Agstried memberikan tip untuk menumbuhkan suasana produktif. “Tidak di kamar tidur atau di depan TV. Apalagi kalau TV-nya menyala,” pesannya.
 

3. Buat Jadwal

Agstried berpesan agar anak-anak tetap harus menaati jadwal yang sudah ada di rumah sebelumnya, seperti jadwal bangun tidur, mandi, dan sarapan. “Usahakan perubahannya seminim mungkin,” ujar Agstried. Jadi, jadwal ketika anak-anak sekolah normal bisa dijadikan sebagai jadwal belajarnya. Keteraturan adalah kunci agar anak tetap tertib.
 
Sekolah si kecil mungkin sudah memberikan panduan jadwal yang bisa diikuti, hal tersebut meliputi mata pelajaran dan tema apa saja yang harus dipelajari anak hari ini, pukul berapa anak akan menerima materi dan tugas, serta pukul berapa mereka harus menyelesaikan tugas. Panduan semacam ini akan sangat membantu anak-anak untuk lebih teratur.
 
Akan tetapi, bila sekolah si kecil tidak memberikan panduan terpadu selama periode belajar di rumah, maka Anda bisa membuat kesepakatan tentang jam belajar dengan si kecil. Anda dan ia bisa menentukan mata pelajaran apa saja yang akan dipelajari hari ini dan berapa jam yang dialokasikan untuk masing-masing mata pelajaran. Jangan lupa, sepakati juga jam istirahat mereka.
 

4. Lebih Sabar

Anak-anak mungkin butuh waktu untuk menyingkirkan keengganannya untuk memindahkan aktivitas sekolah ke rumah. Oleh karenanya, Agstried berpesan agar orang tua lebih sabar mendampingi. “Bukan sekadar orang tua yang pusing harus beradaptasi dengan situasi ini. Anak pun juga punya konflik sendiri untuk beradaptasi belajar di rumah tanpa guru dan teman-teman,” ujarnya.
 

5. Fleksibel

Walaupun sudah membuat jadwal, orang tua juga perlu punya fleksibilitas. “Lihat situasi. Kalau memang anaknya sedang butuh bergerak, maka jangan metode paper and pencil yang dipakai,” pesannya.
 

6. Pilih Cara yang Menyenangkan

Orang tua bisa mencari cara kreatif untuk menggunakan benda-benda atau mainan favorit anak sebagai alat belajar. Anda bisa mencari laman atau akun percobaan kreatif atau permainan yang dapat melatih kemampuan sensori maupun motorik anak.
 

7. Manfaatkan Waktu

“Dirumahkan” bisa jadi berkah yang patut disyukuri. Artinya, Anda akan punya lebih banyak waktu untuk bersama anak. Manfaatkan waktu ini sebagai kesempatan belajar tak terbatas. “Belajar tidak hanya berhenti sampai di kegiatan membaca, menulis, berhitung. Tapi justru dalam kondisi ini kita bisa perbanyak metode diskusi dengan anak,” ujar Agstried.
 
Anda bisa mendiskusikan banyak hal dengan si kecil, misalnya saja tentang pencegahan COVID-19, fenomena panic buying, atau anjuran social distancing dengan si kecil. Gunakan bahasa yang mudah mereka pahami. Diskusi-diskusi semacam ini akan meningkatkan daya analisis mereka.
 
Selamat belajar di rumah!
 
Baca juga:
8 Rujukan Website Belajar Online
8 Langkah Membicarakan Virus Corona dengan Si Kecil
6 Referensi Kreatif untuk Menjelaskan Virus Corona pada Anak-anak
3 Syarat Agar Anak Nyaman Belajar di Rumah
Memberdayakan Pengasuh Menemani Anak Belajar di Rumah
 
 
(LELA LATIFA)
FOTO: PIXABAY

 
 
 
 
 


Topic

#corona #coronavirus #covid19 #viruscorona

 





Video

Behind The Scene - Cover Parenting Indonesia Agustus 2017


Polling

7 Tip Mendampingi Anak Belajar di Rumah Selama Sekolah Ditutup

Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia