Anak Bosan Kursus

Tanya:
Anak  usia sekolah tidak pernah betah berlama-lama kursus sesuatu. Normalkah ini?

Jawab:
Jika anak bisa bertahan ikut kursus sekian minggu, atau bahkan sekian bulan, sebetulnya masih OK untuk anak seusia ini. Tapi, karena tempat les biasanya punya ketentuan untuk memasukinya selama minimal sekian bulan, sering kali orang tua mengeluh. Agar bertahan lebih lama, kita bisa melakukan teknik kalender.

Perkenalkan dulu cara kerja kalender, seperti hari ini, kemarin, dan besok adalah tanggal berapa, kapan bulan berganti, hari ini hari apa, dll. Sebelum les, jelaskan dulu mulai tanggal berapa, buat kesepakatan minimal terus diikuti sampai tanggal berapa (boleh disebut minimal 3 bulan atau maksimal 1 tahun).

Buatlah kesepakatan secara tertulis atau rekam suaranya. Jika sebelum tanggal yang disepakati dia menawar untuk tidak ikut lagi, perlihatkan kesepakatan tertulisnya atau perdengarkan rekaman suaranya. Bila dia sama sekali menolak, boleh, kok, permintaan berikutnya ditahan alias tidak dipenuhi dulu.

Dalam berkegiatan, untuk mengoptimalkan perkembangannya, anak tetap perlu ditanya kegiatan yang diinginkan. Bukan orang tua melulu yang mengaturnya, tapi buat kesepakatan untuk aturan bersama anak. Memang, sih, terkadang anak marah dan berusaha berkelit dari kesepakatan, tapi itu adalah proses belajarnya, kan?

Apakah ganti-ganti les yang diinginkan berkaitan dengan bakat anak? Bisa ya atau tidak. Pada dasarnya, bakat anak sudah bisa dilihat sejak dini, namun orang tua tak boleh membatasi perkembangannya hanya pada kegiatan yang dianggap bakatnya saja. Pengembangan bakat yang perlu dilakukan pada usia ini adalah memperkenalkan berbagai jenis kegiatan.

Anak perlu diberi kesempatan untuk berkarya lewat semua bakatnya. Bagaimana caranya mengenali bakatnya? Anak yang berbakat pada suatu kegiatan biasanya lebih cepat menguasai kegiatan yang diajarkan dibandingkan teman seusianya. Ia juga cenderung lebih luwes dan terampil dalam kegiatan tersebut. Untuk mengenalinya bisa membandingkannya dengan teman seusianya.

Perlukah dibawa ke psikolog? Tidak perlu. Orang tualah yang harusnya lebih sensitif mengenali bakat anaknya lewat pengamatan di kegiatannya sehari-hari. Jadi,  biarkan si kecil mengeksplorasi kemampuannya pada banyak kegiatan agar lebih mudah dikenali bakatnya. Tes apa yang harus dijalani untuk mengetahui bakatnya? Pada usia kanak-kanak, tidak perlu menjalankan tes apa pun untuk mengenali bakat anak.

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Anak Bosan Kursus