Anak Aktif Berolahraga di Rumah lewat Platform MILO ACTIV Academy




Mengajak anak aktif berolahraga di masa pandemi ini memang tantangan tersendiri bagi kita. Keterbatasan ruang gerak, tidak bisa leluasa berada di luar ruang atau mengikuti klub, membuat anak tidak bisa terpenuhi secara utuh kebutuhannya berolahraga. Padahal, World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar anak-anak dan remaja melakukan paling sedikit satu jam kegiatan fisik setiap hari dan membatasi waktu di depan layar elektronik. Olahraga sangat penting antara lain untuk tumbuh kembang, kesehatan fisik, meningkatkan imunitas, membuat bahagia, hingga mengembangkan ketangguhan, sportivitas, kemampuan kerja sama, dan kompetisi.
 
Tetap Olahraga Walaupun Di Rumah Saja
Mengingat pentingnya anak melakukan olahraga secara teratur, tantangan yang kita hadapi saat ini perlu kita atasi. Ajak anak memanfaatkan kondisi semaksimal mungkin untuk tetap berolahraga. Jangan lupa, Anda sendiri perlu rajin berolahraga juga, selain untuk kesehatan diri, juga menjadi contoh baik bagi anak-anak Anda. Namun, bagaimana jika dilanda rasa bosan dan tidak termotivasi? Tidak bisa dipungkiri, hal tersebut bisa saja terjadi. Mungkin Anda bisa mengajak anak berolahraga lewat MILO ACTIV Academy.

“MILO ACTIV Academy merupakan platform edukasi olahraga online yang dihadirkan untuk membangkitkan semangat olahraga anak Indonesia terutama di tengah pandemi agar dapat bergerak aktif di rumah saja. Kami berharap melalui program ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang termotivasi untuk menjalankan gaya hidup sehat dan aktif meskipun hanya di rumah saja,” tutur Mirna Tri Handayani, Business Executive Officer Beverages Business Unit PT Nestlé Indonesia.
 


Ada beragam rekomendasi kegiatan pendukung olahraga kesukaan, mulai dari aerobik, bulu tangkis, lari, sepak bola, basket hingga renang yang bisa diakses melalui situs www.milo.co.id/activ-academy. Setiap video tutorial pada masing-masing cabang olahraga dibuat sesuai dengan modul pelatihan MILO ACTIV Indonesia yang disusun oleh para ahli. Modul ini merupakan hasil kerja sama MILO dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
 
Nutrisi Cukup Dukung Anak Aktif Bergerak
Nah, tubuh sehat dan bugar tidak hanya memerlukan olahraga, bukan. Pemenuhan nutrisi seimbang untuk anak juga penting. Tapi, lagi-lagi, kita menghadapi tantangan. Dijelaskan oleh Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Sports Nutritionist, masih banyak anak yang belum terpenuhi nutrisinya sesuai angka kecukupan gizi (AKG). Padahal, anak memerlukan kecukupan energi dan gizi makro untuk mendukung proses belajar dan olahraga. Masih banyak pula anak-anak yang melewatkan sarapan, padahal ini ibarat bensin di pagi hari. Sebanyak 26,1 % anak tidak sarapan atau sarapan dengan air putih saja, 73,9% sarapan. Namun, sebanyak 69,6% dari jumlah yang sarapan tersebut belum mengonsumsi sarapan sesuai dengan anjuran gizi seimbang.
 


 “Terkait pemenuhan gizi seimbang, tantangan yang dihadapi anak Indonesia yaitu kurangnya asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung aktivitas hariannya seperti belajar dan olahraga. Kurangnya aktivitas fisik anak akibat adanya pembatasan kegiatan di luar rumah juga menjadi tantangan lainnya yang dihadapi selama pandemi. Orang tua berperan penting untuk memberikan nutrisi yang seimbang sekaligus terus memotivasi anak untuk bergerak aktif walaupun di rumah saja demi menjaga kesehatan tubuh dan mendukung tumbuh kembang anak yang optimal,” saran.
 
Baca juga: Ingin Keluarga Sehat, Jangan Lupakan 4 Pilar Gizi Seimbang

Salah satu sumber energi anak terdapat dalam karbohidrat. Karbohidrat yang seperti apa yang diperlukan anak? Rita menjelaskan beberapa kelompok karbohidrat.


1. Karbohidrat sederhana. Yang berasal dari gula menghasilkan sukrosa dan sangat cepat diubah menjadi glukosa, memiliki indeks glikemik tinggi yang menstimulasi produksi insulin berlebihan, dan bukan merupakan sumber energi yang baik. Karbohidrat sederhana dari susu menghasilkan laktosa dan selanjutnya diubah menjadi glukosa. Terdapat pada susu bersama-sama dengan zat gizi baik lainnya yaitu protein, kalsium, dan mineral lainnya. Jenis ini merupakan sumber energi yang baik, terutama untuk mikrobiota di saluran cerna.

2. Karbohidrat kompleks, yang dicerna lebih lama, sehingga memberikan rasa kenyang. Jenis ini diserap bertahap sehingga bisa memberikan energi maksimal dan berkesinambungan, mengandung serat dan merupakan prebiotik, yaitu makanan untuk mikrobiota. Mengandung vitamin dan mineral untuk membantu proses metabolisme tubuh. 

Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, sebaiknya berikan karbohidrat kompleks, protein hewani, protein nabati, sayur, buah, serta susu dan hasil olahannya. “Jika tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari dan atau untuk mengoptimalkan asupan zat gizi maka dapat menambahkan makanan fortifikasi, yakni suatu produk pangan yang telah difortikasi berbagai zat gizi yang dibutuhkan anak dan sering kali tidak terpenuhi dari makanan sehari-hari,” papar Rita.
 
Pada kesempatan yang sama, Eka Herdiana, Nutrisionis Nestlé Indonesia, mengungkap bahwa usia 5-15 tahun merupakan periode pertumbuhan yang penting bagi anak. Anak akan mengalami perubahan fisik, kognitif, dan sosial/karakter yang sangat pesat. “Di periode ini, orang tua perlu memperhatikan asupan gizi yang tepat bagi anak dan mendukung anak untuk mencintai olahraga sejak dini demi menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuhnya. Inilah yang mendorong Nestlé MILO menghadirkan pilihan produk dengan kebaikan nutrisi serta wadah olahraga seperti MILO ACTIV Academy agar anak dapat tetap aktif di rumah,” pungkas Eka.
 
Baca juga:
Mitos dan Fakta tentang Olahraga
11 Aturan Olahraga Saat Cuaca Panas

Grc
Foto: Freepik, Nestle
 
 
 
 
 
 
 
 

 


Topic

#usiasekolah #anakaktif #nutrisianakaktif

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Anak Aktif Berolahraga di Rumah lewat Platform MILO ACTIV Academy