Anak Gemar Grup Band Korea


Demam grup band asal Korea tengah melanda dunia. Bukan hanya senang lagunya, gaya para personil band pun jadi acuan banyak orang, termasuk si praremaja. Punya idola memang bisa membuat keseharian terasa lebih menyenangkan. Tetapi, jangan sampai anak Anda terlalu hanyut dengan aktivitas sebagai ‘groupies’ sehingga meninggalkan pelajaran dan hal-hal lain.
  • Buat pengalihan. Agar perhatiannya tidak melulu terfokus ke sang idola, ajak ia terlibat dalam kegiatan lain untuk menyalurkan energinya yang berlebih. Misal, berolahraga. Biarkan ia memilih sendiri jenis olahraga favoritnya.
  • Sodorkan idola yang layak jadi panutan. Manfaatkan situasi ini untuk memotivasi si praremaja berkarya. Caranya, dorong ia mengidolakan tokoh yang inspiratif dan kaya prestasi, bukan semata-mata ‘modal tampang’.
  • Sensor pesan yang diterima. Meski tak bisa bersama anak sepanjang hari, Anda bisa mengamati apa yang sedang ia minati. Berbekal pengetahuan itu, lakukan ‘prescreening’ terhadap film, musik, video yang berpotensi mengirimkan pesan keliru. Misal, glamornya kehidupan model yang seolah ‘menghasut’ wanita bertubuh kurus. Ungkapkan langsung dengan alasan masuk akal mengapa Anda tidak ingin si praremaja sampai terpengaruh gaya hidup tersebut.
  • Komunikasi lancar dan terbuka. Bicarakan secara terbuka tokoh idolanya, berikut hal-hal yang Anda sukai dan tidak tentang dirinya. Bantu anak menyadari, selebritas adalah orang biasa yang juga punya kelemahan dan pernah mengalami kekecewaan dalam hidupnya.

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Anak Gemar Grup Band Korea