Anak Laki-laki Penyuka Pink, Perlukah Khawatir?


Tanya:
Putra saya yang berusia 3 tahun sangat menyukai warna pink. Haruskah saya khawatir? - Dika, Jakarta

Jawab:
Mama tidak perlu khawatir dengan kesukaan anak terhadap warna pink. Kesukaannya akan warna tertentu tidak berpengaruh terhadap maskulinitas maupun feminitasnya. Jadi, seorang laki-laki yang menyukai warna pink tidak berarti ia feminin. Demikian pula perempuan yang menyukai warna hitam, tidak berarti ia maskulin.

Tiap orang mempunyai selera yang berbeda terhadap warna. Pada perkembangannya, bahkan ada warna tertentu yang melekat dengan suatu jenis kelamin. Artinya, hanya jenis kelamin tersebut yang seolah mempunyai hak untuk menyukai dan boleh mengenakan atribut dari warna tersebut. Misalnya, pink.

Mengapa bisa begitu? Selama ini, masyarakat kita menganut suatu paham bahwa warna pink hanya dimiliki oleh perempuan saja, sedangkan laki-laki seharusnya menyukai warna-warna gelap, seperti cokelat, hitam, atau biru. Padahal, aturan semacam itu sebetulnya tidak pernah benar-benar ada.

Melarang menyukai warna pink dengan alasan bahwa warna itu merupakan warna perempuan hanya akan membuat anak bingung. Jika ia termasuk anak yang kritis, tidak tertutup kemungkinan ia akan terus mempertanyakan hubungan antara warna pink dengan perempuan. Lama-kelamaan, Mama akan kehabisan kata-kata, sehingga malah memberi jawaban yang kurang logis.

Biarkan anak menyukai warna pink, sambil mencari tahu alasan sesungguhnya ia menyukai warna itu. Siapa tahu, ia menyukai warna pink karena melihat Mama juga sangat menyukainya. Jadi, ia hanya ingin terlihat sama seperti Mama.

Baca juga: Anak Laki-laki Suka Main Boneka?

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia