Berkebun Sesuai Usia Anak

Kegiatan berkebun memang banyak memberi manfaat bagi anak. Namun sebelum mengajak anak berkebun, sesuaikan dulu dengan usia anak.

USIA 5 SAMPAI 6 TAHUN
Mulailah dengan tanaman yang cepat tumbuh. Untuk anak, Anda dapat memulai dengan tanaman yang cepat tumbuh di iklim apapun, misalnya kacang hijau. Tanaman yang cepat memperlihatkan hasilnya, akan membuat anak merasa berhasil mencapai sesuatu.
Buatlah cerita berkebun Anda sendiri. Bacakanlah buku yang menceritakan tentang kegiatan berkebun dan coba ciptakan kebun Anda mirip dengan cerita dalam buku.


USIA 7 SAMPAI 9 TAHUN
Kaitkan dengan pelajaran di sekolah. Pada usia awal sekolah dasar, anak mulai bisa menghubungkan tanaman yang dilihatnya dengan pelajaran di sekolah mengenai hewan dan habitatnya.
Buatlah pesta kebun. Anda dapat meningkatkan rasa bangga dan percaya diri anak dengan menceritakan keberhasilan mereka berkebun. Undang tetangga, teman-teman Anda atau si kecil, kakek-nenek untuk berkeliling taman dan menikmati makan malam dengan sajian sayuran yang dipetik dari kebun.


USIA 10 SAMPAI 12 TAHUN
Belajar membuat kompos. Praremaja, umumnya mulai peduli dengan lingkungannya. Dukunglah ia untuk berpartisipasi dalam ‘gerakan hijau’ seperti  membuat kompos. Anak dapat menggunakan kompos untuk memupuk tanamannya.
Nikmati hasil panen. Berkebun benar-benar dapat mendorong anak untuk terbiasa makan makanan sehat. Carilah resep baru dan cobalah untuk mengolah hasil kebun Anda bersama dengan si praremaja.

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia