Cara Mudah Atasi Anak Pemalu

Ketika masih TK, ia bisa bersembunyi di bawah kaki Anda ketika bertemu dengan orang baru dan menolak memberitahu pelayan restoran apa yang ingin dipesannya. Tapi, haruskah sikap seperti itu muncul lagi ketika anak memasuki usia praremaja?

Tidak juga. Beberapa anak pada dasarnya memang terlahir pemalu. Itulah yang dikatakan Marilyn Greene, spesialis anak usia dini di Agoura Hills, California. Nyatanya, memang ada gen pemalu yang diwariskan. Meskipun ia tidak harus menjadi pemberani, Anda harus tetap mendorongnya untuk mengatasi rasa malunya dan membuatnya keluar dari ‘tempurung’-nya. Inilah beberapa cara yang bisa Anda coba:

- Cukup melambai. Itulah pilihan yang ditawarkan Deborah Skolnik, staf Parenting AS pada putrinya, Genie (5), kalau dia bertemu dengan orang baru. “Saya bilang padanya kalau ia tidak harus mengatakan apa-apa, dan cukup memberi lambaian tangan,” katanya. “Biasanya, hal itu membantunya menjadi lebih terbuka.”

- Libatkan dia. Sesudah memperkenalkan dia pada seseorang, libatkan dalam percakapan. Setelah melalui ‘pemanasan’, umumnya rasa malunya sudah jauh berkurang.

- Lakukan persiapan. Sebelumnya, berikan sedikit gambaran tentang siapa saja yang akan ia temui dan seperti apa mereka. Dengan cara itu, orang-orang baru tersebut tidak akan menjadi orang yang sama sekali asing baginya.

- Biarkan ia mengikuti orang lain. Di restoran, biarkan ia mendengarkan yang lain memesan sesuatu. Ia juga akan memesan makanan, misalnya, kalau ia melihat hal itu mudah saja dilakukan.

- Jangan memaksa. “Hal itu justru bisa berbalik,” kata Greene. Setiap paksaan akan membuatnya semakin menarik diri. Jadi, sebaiknya Anda membujuknya dengan lembut. Tapi, kalau rasa malunya sudah mempengaruhi kemampuan belajar atau bertemannya, coba konsultasikan pada psikolog anak. ~ Jennifer Kelly Geddes

Baca juga: Trik Tepat Hadapi Anak Pembohong

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia