Menghadapi Cyberbullying

Entah siapa Mr. Kanota Haruki itu. Ia sudah berkali-kali mengi-rim pesan bernada kasar dan mengancam melalui akun facebook Gilbert (7,5). Meski sudah mengabaikan, Gilbert tetap gelisah, dan tertangkap mamanya, Nanine, dari Bintaro, Jakarta. Sang  mama jadi bertanya-tanya. Mengapa Gilbert diteror?

Itulah yang disebut cyberbullying, Ma, yaitu tindakan ‘penindasan’ melalui dunia maya. Motif dan tujuannya sulit dipastikan, tapi bentuknya bisa beragam, mulai dari pesan bernada kasar atau mengancam sampai mengirim gambar yang memalukan. Bila beredar di jejaring sosial anak, hal ini tentu akan membuat anak malu dan tertekan.

Upaya mempermalukan atau mengintimidasi ini bisa menimbulkan trauma mendalam pada anak. Ia menjadi rendah diri, tidak bersemangat sekolah, dan merasa terancam tanpa tahu harus berbuat apa. Ia bahkan merasa tidak aman ketika berada di kamarnya sendiri!

Sebelum anak telanjur mengalami dampak negatif cyberbullying, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:

- Persiapkan anak lebih dulu sebelum mulai aktif menggunakan internet. Diskusikan tentang cyberbullying, bentuk-bentuknya, dampak yang bisa ditimbulkan, dan bagaimana cara menghadapinya. Jangan pernah meneruskan atau membalas pesan atau kiriman gambar yang bersifat bullying. Block langsung si pengirim, dan hapus pesan-pesan yang tidak pantas itu.

- Mintalah anak hanya menambahkan teman yang benar-benar ia kenal. Temannya teman yang tidak ia kenal atau seseorang yang sama sekali asing baginya sebaiknya diabaikan saja.

- Ajari anak untuk merahasiakan password-nya pada siapapun, bahkan pada teman yang paling akrab sekalipun.

- Pertimbangkan masak-masak setiap informasi pribadi yang akan dipublikasikan secara online. Ajari anak untuk mempu-blikasikan informasi yang benar-benar umum agar tidak mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.

Yang penting adalah apa pun yang terjadi padanya, baik di dunia maya maupun nyata, mintalah ia berterus terang pada Anda. Keterbukaan akan membuat ia merasa lebih aman dan tidak merasa sendirian. Selain itu, ia akan lebih cepat menemukan solusi terbaik.


Topic

#MentalMerdeka

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia