Penanganan Tepat untuk Anak Disleksia


Anak alami disleksia atau sulit membaca dan mengeja kata-kata? Berikut adalah beberapa hal yang dibutuhkan anak disleksia untuk mengatasi kondisinya:

LAKUKAN DIAGNOSIS. Untuk memastikan bahwa anak benar-benar penyandang gangguan belajar, maka perlu diagnosis dari ahlinya, yakni psikolog yang berpengalaman menangani masalah gangguan belajar pada anak. Psikolog akan membuatkan profil tentang apa saja gangguan belajar yang dialami anak dan sejauh mana gangguan belajar itu menyulitkan anak.

IKUTKAN TERAPI. Ada 2 jenis terapi:
- TERAPI INTEGRASI SENSORI, karena anak dengan disleksia dan LO mengalami gangguan memproses sensori atau penginderaaan. Terapi ini menjadi pondasi untuk membantu si kecil memperbaiki masalah integrasi sensori. Anak Anda akan dijelaskan tentang kesulitan yang ia alami, selanjutnya membangun strategi untuk mengatasinya. Misalnya, ia terganggu dengan suara yang berisik karena hipersensitif dari pendengarannnya, maka ajarkan cara mengatasi yang sesuai dengan dirinya. Strategi atau cara itu harus bisa diaplikasi si kecil untuk kehidupannya agar melekat dan jadi bagian dirinya.

- TERAPI ORTHOPAEDAGOGY. Terapi untuk memperbaiki kemampuan dasar belajar. Ada 12 sikap belajar yang perlu anak kembangkan, yakni konsentrasi, ketelitian, tempo kerja/belajar, percaya diri, kemandirian, respons instruksi, respons pertanyaan, kooperatif, komunikatif, daya memori, daya juang dan pemecahan masalah

Dukunglah si kecil
- KOMPAK SEBAGAI ORANG TUA
Mama dan papa sama-sama memahami gangguan anak dan mendukung program terapi anak. Kekompakan ini juga diperlukan untuk mendukung home program yang diberikan terapis. Terapi biasanya maksimal hanya 1 jam. Karena itu, perlu program terapi di rumah untuk mempercepat perbaikan si kecil. Di rumah, orang tua bisa dibantu anggota keluarga lain, seperti kakek, nenek, tante, bahkan ART.

Foto : 123rf

Baca juga : Ciri Anak Disleksia Berdasarkan Usia




 

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia