Saat Anak Patah Hati

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praremaja yang sedang mengalami puppy love lebih mudah mengalami depresi, khususnya bila orangtua kurang suportif pada anaknya. Namun bukan berarti puppy love harus dihindari kok, Ma. Orang tua hanya perlu lebih waspada akan munculnya efek negatif tadi. Mama memang jadi harus lebih peka melihat perubahan-perubahan pada si pra remaja.

Yang harus dilakukan ketika mama melihat anak patah hati.

•    Sadari akan hal ini namun jangan terlampau khawatir
•    Usahakan untuk tetap dekat, dengan sering mengajaknya ngobrol tentang perasaannya. Dengan begitu ia tidak merasa sendirian.
•    Jangan langsung menghibur atau menasehatinya. Dengarkan dulu ceritanya. Seremeh apapun bagi anda, namun ini penting bagi anak.
•    Tanyakan apa yang terjadi, apa yang dia rasakan, apa yang bisa dia lakukan agar dia merasa nyaman kembali.
•    Bila ia meminta nasehat, barulah keluarkan jurus-jurus anda. Namun tetap pilihlah kata-kata yang tidak berkesan meremehkan perasaannya.
•    Salah satu milestone yang harus dicapai di usia remaja adalah mencari jati dirinya. Bila anak terus dinasehati atau tidak diberi kesempatan mengekspresikan perasaannya, ia akan kesulitan menemukan jati dirinya.

Kekhawatiran bila si anak mulai patah hati juga dapat diatasi dengan mengajaknya berdiskusi secara terbuka.

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia