Sekolah Akan Dibuka, IDAI Ingatkan Case Fatality Rate (CFR)



 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai diberlakukannya kembali sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyebut bahwa sekolah bisa kembali dibuka pada Januari 2021, bergantung pada keputusan Pemerintah Daerah.
 

Akan tetapi, sebetulnya apakah keputusan membuka kembali sekolah di saat pandemi belum bisa teratasi ini adalah sebuah langkah yang tepat? IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pun menanggapi keputusan tersebut dengan mengeluarkan tanggapan resmi. IDAI memperingatkan bahwa angka infeksi COVID-19 pada anak Indonesia tidak bisa disepelekan.
 

Saat ini, 1 dari 9 kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia adalah anak usia 0-18 tahun. Di negara di kawasan Asia Pasifik, kasus COVID-19 pada anak di Australia sebesar 1% (0-9 tahun) dan 3% (10-19 tahun), serta 2% (0-9 tahun) dan 8% (10-19 tahun) di Selandia Baru. Selain itu, proporsi angka kejadian COVID-19 pada anak di Indonesia (9,1%) lebih tinggi dibandingkan dengan Tiongkok (0,9%), Italia (1,2%), dan Amerika Serikat (5%).
 

Sementara, proporsi angka kematian anak akibat COVID-19 dibanding seluruh kasus kematian akibat COVID-19 hingga 29 November 2020 adalah sebesar 3,2%. Dari data yang disampaikan dalam tanggapan resmi IDAI, Indonesia adalah negara dengan case fatality rate (CFR) tertinggi pada anak akibat COVID-19 di kawasan Asia Pasifik.
 

Case fatality rate usia 0-18 tahun akibat COVID-19 berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada tanggal 16 Agustus 2020 adalah 1,1%, lebih tinggi dari Tiongkok (<0,1%), Italia (<0,1%), dan Amerika Serikat (<0,1%). Angka kematian anak akibat COVID-19 di Eropa berada jauh di bawah Indonesia, yakni 0,03%.
 

Di samping itu, IDAI juga mencatat adanya lonjakan infeksi COVID-19 di beberapa negara setelah kegiatan sekolah tatap muka dibuka kembali, antara lain di Korea Selatan, Prancis, Amerika, dan Israel. Oleh karenanya, IDAI memandang bahwa sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dinilai lebih aman serta lebih dapat melindungi anak-anak serta warga sekolah lainnya dari infeksi COVID-19.

 

Baca juga:

Saran IDAI untuk Orang Tua Jelang Sekolah Dibuka 2021

Januari 2021 Sekolah Tatap Muka, Apa Aturannya?

Rekomendasi Perangkat Sekolah Selama Belajar dari Rumah

Bersekolah di Era New Normal, Ini Penjelasan Kemendikbud

Grafik Belum Landai, Kapan Anak-anak Kembali Sekolah?

 

(LELA LATIFA)

FOTO: FREEPIK

 

 


Topic

#corona #coronavirus #covid19 #covid-19

 





Video

Lindungi Anak dari Kejahatan Pedofilia


Polling

Sekolah Akan Dibuka, IDAI Ingatkan Case Fatality Rate (CFR)