Selektif Memilih Sekolah Untuk Anak Autis

Beberapa tahun belakangan ini, pemerintah mencanangkan sekolah inklusi, yaitu sekolah umum yang menerima anak-anak dengan disabilitas atau gangguan tertentu. Menurut Dr. Adriana S. Ginanjar, M.S., psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan juga pimpinan Mandiga (tempat terapi dan sekolah untuk individu autism spectrum disorder atau ASD), “Sekolah untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) harus disesuaikan dengan kondisi anak. Ada anak yang bisa sekolah di sekolah umum atau pun inklusi. Namun, ada juga yang harus ditangani secara khusus di sekolah luar biasa (SLB). Kalau orang tuanya sabar dan rajin, homeschooling mungkin lebih tepat,” jelasnya. Bagaimana cara memilih sekolah atau sistem pendidikan yang tepat untuk ia? Haruskah ia masuk sekolah khusus atau inklusi?

SEKOLAH HARUS SESUAI DENGAN KONDISI ANAK. Misalnya, penyandang ASD yang memiliki hambatan sosialiasi disarankan mengikuti terapi secara intensif dulu sebelum masuk ke sekolah umum. Selain itu, terapi terhadap anak dengan autisme di atas usia 5 tahun akan berbeda dengan anak dengan autisme di usia 5 tahun. Terapi untuk anak di atas usia 5 tahun lebih kepada pengembangan bina diri agar bisa bersosialiasi dengan lingkungan sekitar.

Baca juga : Sekolah Lanjutan Untuk Anak Autis

BILA HASIL TERAPI MENUNJUKKAN PERKEMBANGAN MENGGEMBIRAKAN, ANAK BISA MASUK SEKOLAH INKLUSI ATAU SEKOLAH UMUM. Jika hasilnya tidak sesuai standar untuk masuk sekolah umum, jangan dipaksakan. Lebih baik masuk sekolah khusus, sehingga anak bisa mendapat penanganan yang lebih tepat.

LINGKUNGAN SEKOLAH HARUS ‘RAMAH’ TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK), KHUSUSNYA ASD. Tidak jarang lingkungan bersikap tidak siap menerima ABK. Akibatnya, mereka menjadi sasaran bullying, disisihkan, mengalami tindakan pembodohan (seperti disuruh-suruh melakukan sesuatu), dll. Menjadi penyandang disabilitas saja sudah merupakan perjuangan berat bagi si kecil. Jangan lagi ditambah dengan trauma akibat perlakuan lingkungannya. Bila ingin memasukkan anak ke sekolah umum, Anda harus siap mental dengan kemungkinan lingkungan yang kurang ramah kepada ABK. Selain itu, orang tua juga harus bekerja sama secara intensif dengan pihak sekolah dalam menangani anak. Sangat dianjurkan meminta pihak sekolah menjelaskan tentang kondisi anak kepada seluruh murid dan orang tua murid. Ini diperlukan untuk menghindari tindakan bullying.

Baca juga : Pilihan Sekolah Untuk Anak Autis

CARI INFORMASI SEBANYAK-BANYAKNYA MENGENAI SEKOLAH-SEKOLAH YANG MASUK DAFTAR PILIHAN ANDA. Jadi, Anda bisa membuat perbandingan yang realistis sebelum mengambil keputusan.

PILIH NEGERI ATAU SWASTA?
Sekolah inklusi negeri umumnya menerima semua ABK, namun jumlah yang diterima rata-rata hanya 1 siswa dalam 1 kelas, dan tidak menyediakan guru khusus untuk mendampingi ABK/ASD. Biasanya, sekolah negeri juga tidak menyediakan ruangan khusus untuk menenangkan murid ABK/ ASD yang sedang tantrum. Sementara, di sekolah inklusi swasta, seleksi penerimaannya cukup ketat. Persyaratannya adalah ABK tertentu dengan minimal intelektual tertentu pula. Tetapi, mereka lebih siap dengan sarana yang dibutuhkan, seperti adanya psikolog pendamping serta ruangan khusus untuk menangani anak yang sedang tantrum. Jika kondisi anak agak berat, orang tua akan diminta menyediakan guru pendamping, tentu dengan biaya sendiri.

Baca juga : Anak Autis Juga Bisa Bersekolah

Foto : Fotosearch

 

Follow Us

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia